HETANEWS.COM

PT Aspalindo Diduga Korupsi Volume Suhu Panas dan Material Hotmik

Usai diberitakan pelaksana proyek menyangkutkan papan nama kegiatan pada besi pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Nagur di Jalan Sangnawaluh. (foto.: Zai Sinaga).

Siantar, hetanews.com - PT Aspalindo Global Mandiri selaku pelaksana proyek peningkatan berkala Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar Timur diduga korupsi volume suhu panas maupun volume material campuran hotmik secara berjamaah dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Siantar selaku pengelola kegiatan.

Pasalnya, fakta di lapangan, realisasi proyek senilai Rp 5.971.548.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemko Siantar itu permukaan Asphalt Concerte Wearing sesudah pemadatan tidak halus dan rata kepada punggung lapangan dan melakukan pembiaran atas material campuran yang terlepas, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi kejanggalan kegiatan itu, P Gultom salah seorang pemerhati konstruksi aspal hotmik, Jumat (21/10/2016) mengatakan, penyebab tidak mulusnya permukaan Asphalt Concerte Wearing setelah dipadatkan diakibatkan minimnya bahan penyatu (adhesive) dan anti pengelupasan pada campuran material hotmik.

"Bahan tambahan tersebut harus satu jenis dan dicampur sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat. Akan tapi dikarenakan pengawas lapangan menyetujui, patut diduga kegiatan tersebut terjadi persekongkolan yang merugikan keuangan negara antara pelaksana dengan penyelenggara kegiatan," tukasnya.

Yang perlu dipertanyakan kepada panitia kerja, lanjutnya. Apakah gradasi agregat kasar dan halusnya  sudah sesuai dengan ketentuan kontrak. Berapa milimeter (mm) ukuran saringan yang digunakan, apakah presentasinya lolos atas berat. Apakah agregat kasar yang digunakan untuk aspal hotmiknya sudah memenuhi syarat kualitas.

Menurutnya, ada dugaan pihak-pihak yang tidak mengetahui teknis tetapi memberikan intervensi. Ada suatu lapisan konstruksi yang diabaikan, asalkan jalan terlihat hitam dan halus saja tanpa mempertimbangkan umur konstuksi tersebut. Ada baiknya instansi terkait intervensi, jangan biarkan hal tersebut berkepanjangan.

"Mari saling menyadari bersama-sama. Kita benahi bersama, karena kegiatan tersebut merupakan kepentingan umum dengan menggunakan uang yang bersumber dari masyarakat. Lihat sejumlah konstruksi asphalt hotmik proyek tahun lalu, sudah mengalami kerusakan. Sementara diketahui kegiatannya rampung beberapa bulan lalu," tukasnya.

Terkait persoalan proyek tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Bina Marga, Jonson Tambunan belum berhasil dikonfirmasi. Ajudan Kadis, bermarga Manurung dengan kemanyu mengatakan bahwa pimpinan mereka sedang di rumah dinas wali kota mengikuti rapat.

"Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tersebut sedang berada di lapangan. Karena proyek dinas banyak," ujar Manurung.

Penulis: zai. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan