Tebingtinggi, hetanews.com - Terbukti bersalah di persidangan, terdakwa Sumiati Br S alias Mia warga Deblot Sundoro, Tebingtinggi akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun penjara terkait narkoba jenis sabu dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, Selasa (18/10/2016).

Putusan majelis hakim yang dipimpin Eryusman tersebut lebih tinggi dua kali lipat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alvin Giawa yang menuntut terdakwa agar dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun pada sidang pekan lalu.

Mengetahui dijatuhi hukuman lebih tinggi daripada tuntutan, terdakwa pun meraung-raung bahkan hingga menangis dan menjadi perhatian terdakwa lainnya usai persidangan.

Dalam dakwaan dan keterangan saksi serta terdakwa dijelaskan bahwa terdakwa pada ditangkap petugas didalam rumah kost terdakwa, Jalan Kenari, Lingkungan V, Kelurahan Deblot Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi pada Jumat (1/4/2016).

Sebelumnya, petugas dari Sat Narkoba Polres Tebingtinggi yakni Brigadir Ifvrens Sitanggang dan saksi Fadhil menerima informasi dari masyarakat tentang perilaku terdakwa yang terlibat penyalahgunaan narkotika dirumah kost terdakwa.

Kemudian saksi dan rekannya melaporkan hal tersebut kepada Kanit Opsnal Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi dan selanjutnya diperintahkan untuk menyelidikinya.

Sekira pukul 16.30 WIB, saksi langsung menuju ketempat dimaksud dan melakukan pengintaian terhadap sebuah rumah kost yang dicurigai. Saat itu, saksi mendekati rumah kost tersebut dan melihat pintu kamar kost terbuka.

Terdakwa yang sedang berada di dalam kamar tersebut memegang bungkusan plastik yang berisikan sabu-sabu. Melihat hal tersebut, saksi polisi menangkap terdakwa dan melakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan ditemukan 3 bungkus plastik yang berisikan jenis sabu, 3 bungkus plastik yang berisikan plastik-plastik kecil, 1 buah timbangan digital, 3 korek api gas, 24 buah pipet plastik dan seperangkat bong. Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Mapolres Tebingtinggi untuk diperiksa.

Terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut adalah milik temannya bernama Anto (DPO) yang dititipkan kepada terdakwa pada Jumat (1/04/2016) sekitar pukul 15.00 WIB didalam kamar kost terdakwa.