Tobasa, hetanews.com-Sekitar 580 hektar lahan tidur terletak di 7 desa yakni Desa Sintongmarnipi, Haunatas II, Haunatas I, Sibarani Nasampulu, Sibarani Sitakkola, Siboea dan Hutahaean, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Lahan itu dulunya merupakan areal persawahan aktif, namun kini berubah menjadi semak belukar dan ada juga perumahan. Ini akibat tidak adanya lagi debit air dari sumbernya persisnya di Aek Mardugu Desa Sintongmarnipi.

Menurut salah seorang warga Desa Sintongmarnipi berinisial ARH (51), sudah 20 tahun kurang lebih areal persawahan di Dusun Lumban Toor tidak lagi dijadikan persawahan dikarenakan debit air yang dulunya bisa mengaliri 7 desa kini tidak ada lagi. Di mana sumbernya berasal dari Aek Mardugu yang tidak jauh dari areal konsesi PT Toba Pulb Lestari (TPL) kini tidak ada lagi.

"Diduga ini karena areal konsesi TPL untuk penanaman pohon eucalypthus tidak jauh dari sumber mata air Aek Mardugu mungkin jaraknya sekitaran 2 km," ungkap ARH, Minggu (16/10/2016).

Sementara BG warga Sintongmarnipi juga mengatakan, dengan keberadaan areal TPL untuk penanaman pohon eucalypthus jelas mengurangi debit mata air di Aek Mardugu.

InI dikarenakan pohon eucalypthus merupakan salah satu pohon yang "buas" menyerap air.
"Dengan adanya permasalahan saat ini, kiranya pihak-pihak terkait agar membantu mencari solusi untuk kami para petani," ungkap BG.