HETANEWS.COM

Diduga Menghina Via Facebook, Oknum PNS Humbahas Bakal Dipolisikan

Para wartawan saat menemui Kanit Reskrim Polsek Doloksanggul, Iptu Darwin untuk berkonsultasi.

Humbahas, hetanews.com- Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di Kantor Camat Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Pantas Purba menjadi sorotan, karena diduga menghina media lewat media sosial Facebook (FB).

Awal dari dugaan penghinaan itu adanya postingan pemilik akun FB Akim Purba di grup Kabar Kabari Humbang Hasundutan, Kamis (13/10/2016) sekira pukul 17.00 WIB.

"Salah satu pengawas lapangan dari Dinas Tarukim,lari terbirit-birit ketika media terjun ke lapangan ada apa gerangan?? apakah ada unsur kesengajaan untuk pengecoran ini?? atau memang apakah ini sudah sesuai dengan RAB??.tunggu tanggal mainya,” tulis Akim dalam grup di sosmed tersebut.

Dalam postingan tersebut, banyak pengguna FB yang mengomentari dengan positif.  Namun muncul satu akun yang bernama Pantas Purba dengan jawaban yang menyinggung nama media. Komentar jawaban yang dilampiaskan Pantas menjadi sorotan awak media. Pasalnya  komentar itu bernada negatif.

''olloboloh...marbujallak...pintor bohama tarbirit birit.terberak berak nimmu ma.asa haru hebat hamu media i.seolah olah dewa bermata pedang,ditakuti''napu''. ( alahhhh...berlebihan...kemanalah terbirit biritnya.
bilang aja terberak berak. biar hebat kalian media itu.seolah-olah dewa bermata pedang,ditakuti ''napu'' lah'',” tulis Pantas dari akunya.

Ketika media menanya ke beberapa orang tua tentang arti kata ''napu '', jika itu kata-kata kotor seperti sampah,kotoran atau ampas. Ini membuat awak media ke Kantor Camat Doloksanggul, Jumat (14/10/2016) untuk mempertanyakan langsung kepada Pantas Purba.

Postingan komentar Pantas Purba di akun Facebook.

Tujuan mempertanyakan arti dari kata ''napu ' dan apa tujuan komentar tersebut. Namun Pantas ilangsung menyampaikan permohonan maaf. “Saya minta maaf,'' ujarnya dengan singkat.

Ditanya kembali apa arti kata ''napu ' dan tujuan komentar tersebut, Pantas hanya mengatakan maaf. “Saya minta maaf',” tukasnya kembali. Pantas kembali tetap mengulangi perkataan maaf, tanpa menerangkan apa tujuan komentar tersebut dan arti ''napu’.

Puluhan awak media langsung ke Mapolsek Doloksanggul untuk shearing tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kepada Kanit Reskrim, Iptu Darwin. Ternyata Darwin saat melihat komentar Pantas, juga mengatakan bahwa itu (komentar) sudah mengandung pengancaman.

“Sejenak saya baca, komentarnya sudah mengandung pengancaman. Apalagi dia seorang pegawai dan itu tidak wajar lagi,” ujar Darwin.

Namun tiba-tiba Darwin mengarahkan wartawan langsung ke Polres Humbahas dan Kasat Reskrim. “Karena kapolsek kita ada kegiatan, jadi saya rasa langsung aja ke Polres,” sebutnya.

Berselang 15 menit, awak media yang ingin menemui Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Jonser Banjarnahor, ternyata tidak di ruangannya, Ketika dihubungi, Jonser mengaku sedang ada urusan. “Saya lagi ada urusan, besok pagi saja kalian datangnya dan disana kita bahas semuanny,” ujar Jonser mengakhiri.

Penulis: akim. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!