Siantar, hetanews.com – Gelombang protes dan unjuk rasa tetap dilakukan oleh simpatisan dan relawan dari Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga (Surfenov-Parlin) ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siantar, Jalan Porsea, Jumat (14/10/2016).

Inipaskca dikeluarkannya putusan Mahkamah Agung (MA), di mana pasangan yang dikenal dengan Salam Lima Jari itu dikalahkan dan tidak bisa ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siantar yang belum jelas kapan dilakukan.

Sekira pukul 14.00 WIB, simpatisan dan relawan Surfenov-Parlin mulai memadati Kantor KPUD Siantar dan terlihat pihak Kepolisian bersiap-siap untuk melakukan pengamanan, apabila aksi demo tersebut berlangsung.

Ustad Yunan Arga yang kali ini membuka aksi mengatakan, umat muslim Siantar tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh MA dan KPU, terkhususnya KPUD Siantar yang tidak mengikutkan pasangan pilihan umat muslim di Pilkada Siantar.

“Kami umat muslim tidak terima dengan perlakuan dari MA dan KPU yang dengan sengaja tidak mengikutkan Surfenov-Parlin di Pilkada Siantar. Karena Partai Golkar telah bersatu, serta pasangan ini datang dengan membawa surat dari Abu Rizal Bakrie (ARB) dan Tim 10epuluh, tapi mengapa dikalahkan,” ujarnya.

Saat ini, lantangnya, Surfenov-Parlin sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan yang dikeluarkan oleh MA. Untuk itu diminta kepada KPUD Siantar agar tidak menjalankan pilkada hingga putusan PK dikeluarkan.

Lanjutnya, apabila hal ini tidak diindahkan oleh KPUD Siantar, maka umat muslim Siantar siap berdarah-darah untuk memperjuangkan haknya untuk memilih pimpinan, bahkan memboikot pilkada.

Amatan hetanews, terlihat aparat Kepolisian dan berjaga-jaga dan Ketua KPUD Siantar Mangasi Purba mendatangi kerumunan massa, karena Ustad Yunan Arga memanggil-manggil komisioner untuk keluar.