Simalungun, hetanews.com- Diduga untuk membungkam praktik pemalakannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Simalungun, Albert Saragih menghukum push up para bawahannya di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di jalan Asahan Km 6 di Kecamatan Siantar.

Ala disiplinnya itu kembali dibeberkan sumber yang sebelumnya menuding bahwa rangka mempertahankan jabatannya tersebut, Albert Saragih diduga mempalak pelaksana tugas penyelia PKB, Anton Syaputra dan para Kepala Terminal (Kater) dengan cara bulanan dan diantarkan masing masing kerumahnya di si Batu Batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.

"Pagi tadi Plt Kadishub Simalungun, Albert Saragih mendatangi Kantor PKB. Dan sesuai informasinya, dia (Albert) menyuruh push up seluruh pegawai disana. Termasuk serta Plt penyelia PKB dari Dishub Provsu itu, Anton Syaputra turut melakukan. Mungkin mengintimidasi agar Anton tidak mengungkapkan kebenaran, " duga sumber, Selasa (11/10/2016). 

Ditemui di ruang pengujian, Anton Syahputra yang sebelumnya disebut penyelia PKB membantah kebenaran dirinya ada memberikan bulanan hingga Rp 10 juta tersebut.

 "Itu tidak benar, dan posisi saya di PKB ini hanya sebagai penandatanganan buku uji sesuai dengan penghunjukan Kadishub Provinsi, Antoni Siahaan," bilangnya sekira pukul 12.30 WIB.

“Saya bekerja disini terhitung bulan 3 lalu dan tidak pernah ada mengaku bahwa ada menyetor Rp 10 juta per bulannya kepada Kadishub. Saya juga heran dengan masuknya pemberitaan mencatutkan nama. Sementara saya tak pernah cerita kepada siapapun,” imbuhnya dan menambahkan bahwa surat tugasnya ke Simalungun pada tanggal 18 Maret dan dirinya mula bertugas pada tanggal 22 Maret. Dan jabatan penyelia selama ini kosong.

Sebelumnya, bagai tersulut api dalam menanggapi informasi disampaikan, Plt Kadishub Simalungun, Alber Saragih meminta agar wartawan mengungkap jati diri narasumber. Dirinya juga tak segan melaporkan wartawan dengan alasan membuat pemberitaan tak benar.

"Ngeri kalilah informasi itu, siapa oknum narasumbernya. Kasitaulah, kalau tidak anda pun bisa saya tuntut karena memberitakan yang tidak benar. Kalau ada dikasih mereka, enak lah saya," elaknya dari seberang telepon selulernya.

Menurut Alber yang mengaku sedang berada di lapangan, di Saribu Dolok Kecamatan Silimakuta, mengatakan akan mengusut setuntas tuntasnya oknum yang membeberkannya ada memintai bawahannya perbulannya dalam rangka mempertahankan jabatan yang di pangkunya saat ini.

"Akan saya usut setuntas tuntasnya siapa oknum narasumber anda itu. Dan apabila terungkap, akan saya tuntut sesuai peraturan yang berlaku. Andapun akan saya laporkan," tukas dia.