HETANEWS.COM

Penganiaya RP adalah Isteri Oknum Polresta Siantar

RP (baju biru) yang diduga korban penganiayaan saat memberikan keterangan kepada media bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kota Siantar, Senin (10/10/2016). (foto: Lazuardy Fahmi).

Simalungun,hetanews.com- S br Simanjuntak, terlapor kasus penganiayaan terhadap bocah tiga belasan tahun berinisial RP, ternyata isteri oknum Polresta Siantar berinisial RS berpangkat Aiptu. RS kini menduduki posisi penyidik di Satuan Reserse Narkoba.

Sedangkan isterinya, S br Simanjuntak merupakan tenaga pengajar di SDN 121248 Suka Selamat, tempat RP menimba ilmu sampai kelas III SD dan kini menduduki bangku kelas VI di SD 091520 Hataran Jawa.

Sahrul Panjaitan, sebagai orangtua asuh RP mengatakan, telah melaporkan S br Simanjuntak ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun. Laporan tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/231/IX/2016/SU/Simal, tanggal 22 September 2016.

"Anak ini tinggal sekitar 2 tahun 1/2 di rumah mereka (SS dan RS) di Huta Hataran Jawa II, Simpang Panei, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, dekat Apotik Vita Husada. Jadi setelah dilaporkan tanggal 22 kemarin ke Polres Simalungun, dia sama saya," katanya yang juga guru di sekolah tersebut.

Menurut Sahrul, selama tinggal di rumah pasangan suami istri (pasutri) itu, RP kerap mengalami penyiksaan. Bahkan, selain mengurus rumah, RP diberdayakan urusan ke ladang/sawah.

"Di depan mata saya sendiri anak ini memikul (tanaman) cokelat dari ladang ke rumah boru Juntak, setelah pulang sekolah. Dia ini kan sering terlambat ke sekolah, jadi kami (guru) tanyai, kata dia bersihkan rumah dulu, ngepel sebelum pergi sekolah," katanya yang masih sekampung dengan S br Simanjuntak.

Baca: Kisah Anak Asuh, Sejak Kecil Alami Kekerasan Seksual dan Fisik

Terpisah, Kanit PPA Polres Simalungun, Ipda Halomoan Gultom mengatakan kasusnya masih dalam penyidikan. Ketika ditanyai siapa saksi dari kasus tersebut, Gultom mengatakan hal tersebut bukan urusan wartawan.

"Kalau masalah penyidikan itu intern penyidikan. Itu gak urusanmu mau siapa saksinya. (Terlapor) belum (diperiksa), saksi-saksinya belum disiap diperiksa, aturan tadi (hari ini) kita panggil tapi gak datang," cetusnya dari seberang telepon.

Penulis: bt. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan