Simalungun, hetanews.com -Untuk mempertahankan jabatannya, oknum Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Simalungun, Albert Saragih diduga melakukan pemalakan terhadap bawahannya.

Dugaan itu datangnya dari salah seorang pegawai Dishub Kabupaten Simalungun yang minta jati dirinya tidak dituliskan, Minggu (9/10/2016).

Dijelaskan, praktek yang diduga merupakan pungutan liar (pungli) itu terjadi terhadap para kepala terminal (kater) dan penyelia Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB).

"Menurut beberan para pegawai di sana, oknum Kadis menerimanya di rumahnya di Sibatu-batu, Siantar Sitalasari, Kota Siantar dengan cara diantar langsung para pimpinan masing-masing," ujarnya.

Namun terkait berapa besaran nominal per bulannya dari para Kater, dirinya kurang tau pasti. "Kalau informasinya dari penyelia PKB yakni si Anton sebesar Rp 10 juta per bulannya," tukasnya.

Dijelaskan, penyelia PKB itu pegawai dari Provinsi Sumatera Utara karena di Dishub Simalungun belum ada yang memiliki skill untuk penyelia. Dan itu setelah penyelia sebelumnya yakni bermarga Manullang pensiun. Sementara pegawai Dishub Simalungun yang ada di PKB yakni bermarga Tarigan sedang sekolah.

Bagai tersulut api, menanggapi informasi disampaikan, Plt Kadishub Simalungun, Alber Saragih meminta agar wartawan mengungkap jati diri narasumber. Bahkan dirinya tak segan akan melaporkan wartawan dengan alasan membuat pemberitaan tak benar.

"Ngeri kalilah informasi itu, siapa oknum narasumbernya. Kasihtaulah, kalau tidak anda pun bisa saya tuntut karena memberitakan yang tidak benar. Kalau ada dikasih mereka, enak lah saya," elaknya dari seberang telepon selulernya.

Menurut Alber yang mengaku sedang berada di lapangan, di Saribu Dolok Kecamatan Silimakuta, menuturkan akan mengusut setuntas-tuntasnya oknum yang membeberkannya ada memintai bawahannya per bulannya dalam rangka mempertahankan jabatan yang dipangkunya saat ini.

"Akan saya usut siapa oknum narasumber anda itu. Dan apabila terungkap, akan saya tuntut sesuai peraturan yang berlaku. Anda pun akan saya laporkan," ancam dia.