Siantar, hetanews.com - Relawan dan simpatisan Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga (Surfenov-Parlin) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Siantar Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (7/10/2016) untuk mempertanyakan kepastian hukum atas sengketa di Mahkamah Agung (MA).

Melalui oratornya Sabar Sirait mempertanyakan putusan MA yang diumumkan oleh orang yang tidak berkepentingan dalam sengketa tersebut, dan membuat umat Muslim sebagai mayoritas pendukung pasangan Salam Lima Jari ini kebingungan.

Keranda yang dibawa massa ke Kantor KPUD Siantar. (foto: Lazuardy Fahmi).

"Kami menunggu apa hasil putusan MA. Memang ada tersebar kabar, sudah keluarnya putusan MA, tetapi dari orang yang tidak berkepentingan atas sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu," ucapnya.

Dia mempertanyakan indenpensi hukum dari MA yang bisa diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan dalam sengketa. “Bayangkan saja Surfenov-Parlin sampai saat ini tidak mengetahui apa putusan dari MA. bahkan sampai saat ini KPUd belum mengumumkan putusan MA, kok ada orang yang tidak berkepentingan menyebarkan putusan itu, ada apa dengan MA?" teriaknya.

Masih kata Sabar, dalam orasinya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan sudah mengeluarkan putusan, namun masih tetap tidak ingin melaksanakan Pilkada.

“Sudah ada putusan PTUN, sudah ada putusan PTTUN, tapi KPU tetap tidak melakukan Pilkada, mereka sebutkan menunggu putusan yang ikrah, ikrah untuk siapa? Untuk orang yang gila kekuasaan?" sebutnya lagi.

Untuk itu Sabar menyebutkan KPUD jangan melakukan Pilkada hingga adanya putusan Peninjauan Kembali (PK) apabila putusan MA tersebut benar-benar keluar.

"Selama ini mereka yang selalu menempuh upaya hukum, padahal sudah ada putusan dari PTUN dan PTTUN. Kalau begitu kami juga akan menempuh jalur hukum yaitu PK. Enak aja mereka bisa menempuh upaya hukum kami tidak bisa," ucapnya.