HETANEWS

Kapolresta Tuding BNN Siantar sebagai "Pengedar Sabu" karena Tau Jumlahnya Tiap Bulan

Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto.

Siantar, hetanews.com - Alih-alih mau memberantas narkoba, Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto malah menuding Badan Narkotika Nasional (BNN)Kota Siantar sebagai pengedar, karena mengetahui peredaran sabu hingga 5 kg per bulan nya.

Baca: Siantar Darurat Narkotika, Sebulan 5 Kg Sabu Beredar

Tudingan dilontarkan, Kamis (6/10/2016), saat hetanews meminta tanggapan Kapolresta terkait pengakuan BNNK Siantar menyebut narkoba jenis sabu beredar sebanyak 5 kg tiap bulannya, sesuai hasil informasi maupun lidik.

"Wah jangan-jangan orang BNN nya pengedar kok bisa dia bicara seperti itu dasar hukumnya apa coba tanya dia dan bilang menyebar informasi tidak berdasar ke publik itu pidana," tulis Kapolresta via pesan singkat WA (Whatsapp).

Tak mau ngelantur, kru kembali bertanya "Kalau menurut Kepolisian, apakah Siantar sudah darurat narkoba dan berapa banyak peredaran sabu di daerah itu?"

Namun, pesan tersebut hanya dibaca oleh Kapolresta dengan 2 tanda centang (ceklis) berwarna biru. Seperti inikah seharusnya aparat penegak hukum jika diinformasikan suatu hal? Tidak memberikan jawaban malas melempar kesalahan ke BNNK Siantar.

Kilas balik tentang Siantar 'menyabet' status darurat narkotika tercium wartawan saat salah seorang anggota BNNK Siantar menjadi saksi atas terdakwa Hendra di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (4/10/2016)

Hendra warga Medan ini ditangkap oleh petugas BNN dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 99,6 gram, di Best Hotel Jalan Sutomo, Kota Siantar.

Baca: BNN Siantar Ringkus Bandar Sabu Asal Medan

Kala itu, majelis hakim diantaranya Fhytta Sipayung menanyakan saksi Ravanto Neldin Hasiholan Purba tentang situasi narkotika di Siantar.

Baca: BNN: Kota Siantar Darurat Narkotika

Penulis: bt. Editor: ebp.