Simalungan, hetanews.com - Terkait pengusutan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Tahun Anggaran (TA) 2012-2014 Pemkab Simalungun, yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun (penyelidikan), sejak 30 Januari 2016 hingga Juni 2016, sudah dilakukan ekspos.

Namun Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Irvan Paham PD Samosir berkelit bahwa mereka masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal tersebut dikatakan Irvan didampingi Kasi Pidsus Rendra Y Pardede dan Kasi Intel Parulian Kertagama Sinaga kepada wartawan, Kamis (6/10/2016) di kantor Kejari Jalan Asahan Km 4,5.

"Terhitung sudah lebih  3 bulan menunggu hasil audit tersebut,” katanya, sembari menyebutkan tidak ada limit waktu sampai kapan hasil audit BPKP akan diterima pihak Kejari Simalungun.

Dikatakannya, jika tidak kunjung ada hasil perhitungan tersebut, maka Kejari Simalungun akan meminta instansi terkait lainnya, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau akuntan publik untuk melakukan penghitungan besarnya kerugian negara.

Sesuai pantauan media, setelah memeriksa sekitar seratus orang yang tergolong sebagai penerima dana bansos TA 2012-2014 bernilai ratusan miliar di Simalungun, yang dimulai sejak 30 Januari 2016 hingga pertengahan Oktober 2016 ini, jaksa terkesan lamban bekerja.

Bahkan, tim jaksa  telah memeriksa  sejumlah pimpinan organisasi keagamaan, kepemudaan, organisasi profesi dan perkumpulan, juga mantan anggota badan anggaran (banggar).

Sebelumnya diberitakan di beberapa media, berdasarkan informasi yang diterima dari Pidsus Kejari Simalungun, adapun dasar pemanggilan terhadap para mantan Banggar TA 2012-2014 adalah dengan adanya temuan mekanisme penganggaran dana bansos yang bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2011 pasal 6 jo 24 yang dirubah dengan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyaluran dana Bansos dan Hibah yang Bersumber dari APBD.

Kajari optimis kasus ini akan segera ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. "Kita akan terus tindak lanjuti kasus ini,” tegasnya.