HETANEWS

Warga Kesal Jembatan Siruar Ditabrak Kapal Keruk Inalum Belum Selesai Diperbaiki

Proses pengerjaan Jembatan Siruar yang rusak ditabrak kapal milik Inalum. (foto : Frengki SIlitonga)

Tobasa, hetanews.com - Warga Siruar Kecamatan Pemarksian, Kabupaten Toba Samosir ( Tobasa) kesal akibat Jembatan Siruar ditabrak Kapal Keruk Asahan Prima II milik PT Inalum.

Jembatan Siruar yang menghubungkan Dusun I, II dan III Desa Siruar Kecamatan Parmaksian hampir putus akibat tiang jembatan itu ditabrak oleh kapal keruk Inalum pada Senin (27/9/2016).

Sejumlah warga merasa kesal, karena perbaikan jembatan tersebut terkesan lambat. Padahal hasil pertanian mereka tidak bisa dipasarkan karena jembatan itu tidak bisa dilalui oleh kenderaan beroda empat.

Menanggapi hal ini, Salon Simangunsong selaku Anggota DPD LSM Buser meminta kepada pihak Inalum agar secepatnya memperbaiki jembatan itu sebaik mungkin. 

“Ini agar aktivitas masyarakat tidak terkendala dan tiang yang kena tabrak harus diganti agar kualitas jembatan tidak diragukan,” pungkas Salon pada hetanews, Rabu (5/10/2016).

Salon menuturkan, pihaknya merasa kesal kepada pihak PT Inalum karena terkesan lambat memperbaiki jembatan itu. Sementara setiap hari Rabu masyarakat Desa Siruar mengeluarkan hasil pertaniannya melalui akses jembatan tersebut. “Pada saat begini kondisi jembatan itu masyarakat tidak dapat mengeluarkan hasil panennya,” ungkap Salon.

Ada pun panjang jembatan sekira 86 meter lebar 4 meter. Usia jembatan sudah berpuluh tahun dibangun Inalum dan diresmikan Inalum.

Kepala Desa (Kades) Siruar, Rumondang Sitorus menilai, pihak Inalum sepele akan kejadian itu. Sebab Inalum tidak mau bergerak secepatnya untuk memperbaiki jembatan itu.

“Kalau bukan karena sepele, mana mungkin selama ini jembatan itu baru inilah dikerjakan dan sampai saat ini belum selesai juga,” ujar Rumandong.

Pantauan  di lokasi, Inalum sedang memperbaiki jembatan yang rusak akibat ditabrak Kapal Asahan Prima II tersebut.

Terkait kejadian itu, pihak Inalum yang ada di lokasi tak satu pun bersedia untuk dikonfirmasi wartawan. "Kami tidak tau soal ini pak tanya saja warga disini yang lebih tau,” sebut salah seorang karyawan Inalum yang sedang bekerja memperbaiki Jembatan Siruar.

Penulis: frengki. Editor: Ang.