HETANEWS

Siantar Darurat Narkotika, Sebulan 5 Kg Sabu Beredar

Siantar, hetanews.com- Maraknya peredaran narkotika di Kota Siantar menjadi perhatian serius bagi banyaknya kalangan terutama aparat penegak hukum. Dari hasil penelusuran narkotika jenis sabu beredar hingga 5 kg di Kota Siantar.

Demikian disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Siantar, Ahmad Yani Damanik melalui Kepala Seksi Pemberantasan, Kompol Pierson Ketaren, Rabu (5/10/2016) kepada hetanews. "Secara kasat mata kita melihat trennya (peredaran) masih berkembang di Siantar. Sesuai informasi dan lidik di lapangan serta hasil pemetaannya seperti itu," ujarnya.

Selain mengancam individu, narkotika juga merusak generasi bangsa. Oleh sebab itu, peredaran narkotika harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum sebagai garda terdepan menyelamatkan anak bangsa. "Tiap bulannya narkoba jenis sabu di Siantar sebanyak 3-5 kg, kalau diuangkan Rp 5 miliar. Sedangkan jenis pil (ekstasi) mencapai ribuan butir yang beredar," tegasnya.

Menurut Pierson, rata-rata pemakai narkotika di kota yang dijuluki berhawa sejuk ini cenderung dikonsumsi oleh orang dewasa. Meski demikian, remaja juga tak luput menjadi korbannya. "Umumnya (pemakai) manusia di usia produktif. Namun, usia remaja (pelajar ke mahasiswa) juga sudah menggunakan," katanya.

Maraknya narkotika ditengah-tengah masyarakat diharapkan juga menjadi perhatian masyarakat. Sebab menurut Pierson para bandar maupun pengedar kerap beraksi sosial guna menutup-nutupi bisnis haramnya. "Pengaruh pengedar lebih dominan dari masyarakat, karena mereka memanfaatkan aksi sosial yang lebih aktif. Misalnya, membantu warga tengah mengalami musibah ataupun memberi dana untuk pembangunan. Itu yang melemahkan kita," ujarnya.

Trik seperti itu yang membuat para bandar disebut sebagai pahlawan dikalangan masyarakat. Lantas apa yang dilakukan BNN? Pierson mengatakan adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap praktik penyalahgunaan narkotika, padahal dapat mengancam keselamatan bahkan perkembangan narkoba juga menyertai aksi kriminal. "Masyarakat merasa bersih akan hal itu, memang tidak menggunakan tapi di sekelilingnya ada. Nah, aksi sosial pengedar tadi lambat laun akan berdampak ke kita semua," terangnya.

Kendati demikian, Pierson menyatakan bersyukur terhadap masyarakat yang masih memberi informasi terkait narkoba. Dia berujar, sejumlah laporan masyarakat yang masuk ke BNN dinyatakan aman dari privasi. "Untuk layanan (hotline) bisa ke nomor 0622-5891080," pungkasnya.

Penulis: bt. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.