Wed 19 Sep 2018

Ahok Santai Ketua Tim Pemenangannya Digoyang Kasus Suap Reklamasi

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot memakai piyama di RS AL Mintohardjo Jakarta untuk melakukan tes kesehatan, Sabtu (24/9/2016). Tiga pasangan calon cagub-cawagub menjalani tes kesehatan sebagai syarat Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

JAKARTA,hetanews.com

 

- Bakal calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tak khawatir dengan terpilihnya Prasetio Edi Marsudi menjadi ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

 

Prasetio yang juga sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta itu berulang kali dipanggil untuk bersaksi dalam kasus suap reklamasi Teluk Jakarta oleh Pengadilan Tipikor.

"Saya kira (penunjukkan Prasetio) sudah jadi urusan tim, tidak perlu khawatir lah. Kan yang dijual kami (Ahok-Djarot)," kata Ahok di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

 

Dalam persidangan terdakwa kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta, Ariesman Widjaja dan asistennya, Trinanda Prihantoro, Prasetio disebut sebagai pihak yang diduga menjadi perantara suap dari perusahaan pengembang properti ke sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta itu juga intensif berkonsultasi dengan Chairman Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan dalam pembahasan raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Aguan merupakan seorang pengembang yang memiliki kepentingan dalam proyek reklamasi tersebut.

 

Prasetio resmi diumumkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Jumat (30/9/2016) kemarin. Pemilihan Prasetio ini merupakan kesepakatan Ahok-Djarot dengan empat partai politik pengusungnya. Yakni PDI-P, Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar. Prasetio menggeser Nusron Wahid yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

 

 

sumber: kompas.com

Penulis: -. Editor: edo.