HETANEWS.COM

Hai Pemuda, Arwah Pahlawan Hidup di Bendera Merah Putih, Hargai Itu!

Sersankadet Purna Naimas br Sirait.

Siantar, hetanews.com - Veteran yang bernama Sersankadet Purna Naimas boru Sirait menceritakan pengalamannya perjuangannya dalam memperingati Hari Kesaktian, yang jatuh tanggal 1 Oktober. Dia mengingatkan kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk menghargai Bendera Merah Putih yang pernah diperjuangkan hingga mempertaruhkan nyawanya.

Ditemui di rumahnya, Jumat (30/9/2016), Naimas Sirait yang lahir pada tanggal 27 Juni 1925 INI menceritakan bagimana keadaan Kota Siantar pada saat Gerakan 30 September 1965 terjadi. Dia menyebutkan, dirinya adalah target yang ke 103 untuk dibunuh.

"Beberapa temankmengatakan agar saya berhati-hati, karena Partai Komunis Indonesia (PKI) akan membunuh orang-orang yang tidak ingin bergabung," sebutnya.

Naimas yang saat itu berada di Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), merasa tidak percaya dan tidak takut, karena dia sudah mengalami peperangan dengan penjajah.

“Saya bilang, saya hanya bisa mati saat bertempur, karena prinsip dari Murba itu. Bui Murba hanya di tanah bukan di atas meja seperti bir, dan sama teman-teman kerap terdengar,sebelum ajal menjemput berpantang mati," katanya dengan tegas.

Naimas menyebutkan, dirinya selamat dari PKI karena dia mendengarkan nasihat dari Bupati Darurat pada saat itu. "Yang buat saya percaya waktu itu, datang pak Bupati Darurat ke rumah dan bilang agar bersembunyi. Maka bersembunyilah saya jadinya," katanya.

Dia menceritakan pengalaman yang paling dikenang. Saat itu dini hari sekira pukul 04.00 WIB, di Jalan Sutomo, Naimas terkejut melihat 7 orang yang sudah tidak bernyawa lagi.

"Waktu itu saya tinggal di Jalan Sutomo. Pagi harinya, saya upa tanggal berapa, mati lampu semuanya, kawan-kawan menyuruh aagar tidak keluar, tapi penasaran ada apa ini? Pada saat itu saya harus berdagang, maka keluarlah. Tiba-tiba saya lihat sudah ada 7 mayat di Jalan Sutomo, semua orang berkumpul di Gedung Juang sama di Pematang, gak tau saya dibawa kemana semua orang-orang sama PKI," ucapnya.

Naimas yang juga merupakan Ketua Wanita Murba menyebutkan, dirinya merasa sedih melihat pemimpin Indonesia saat ini, karena tidak menghargai Indonesia dengan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat. Untuk itu, dia mengingatkan kepada anak-anak muda agar menghargai perjuangan dari para pahlawan dengan menbangun Indonesia melalui dasar kecintaannya kepada Sang Merah Putih.

“Saya enggak suka melihat pemimpin sekarang, tidak ada mereka hargai para pejuang. Saya angkat mayat teman demi mempertahankan Indonesia, kalian sekarang korupsi. Hai Pemuda, Arwah Pahlawan Hidup di Bendera Merah Putih, Hargai Itu!" katanya sambil menangis.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!