Siantar, hetanews.com – Dua resedivis kasus pencarian kendaraan bermotor (curanmor) kembali berulah. Kali ini, mereka akan kembali hidup dipenjara setelah melakukan kasus yang sama pada Selasa (26/04/2016), di sebuah rumah milik Sudi Harianto di Jalan Suka Dame, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Kedua resedivis yang berulah tersebut, yakni Hendri alias Mbah (30) warga Kampung Sidomulyo Jalan Tangki Kelurahan Nagapita Kecamatan Siantar Martoba dan Muhammad Azuar alias Azu (27) warga Jalan Sukadame, Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba.

Kembalinya ke penjara, kedua resedivis itu setelah majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar yang dipimpin Maria Sitinjak menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2,5 tahun kepada keduanya setelah terbukti mencuri sebuah sepeda motor Yamaha Vixion sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 363 ayat (1) ke 3, 4 dan ke 5 KUHPidana.

“Adapun yang menjadi pertimbangan hal memberatkan bahwa perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat dan sudah pernah dihukum. Sedangkan hal yang meringankan kalau kedua terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan menyesali perbuatannya,” ujar hakim, Selasa (27/09/2016).

Setelah membacakan putusan tersebut, hakim menanyakan kepada kedua terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Flora Rajagukguk apakah menerima, pikir-pikir atau banding atas putusan tersebut. Kemudian, Jaksa maupun kedua terdakwa menjawab menerima putusan tersebut.

“Karena terdakwa maupun jaksa menerima putusan, maka putusan ini bersifat tetap dan berkekuatan dimata hukum,” kata hakim sekaligus mengetuk palu untuk menutup persidangan.

Dalam dakwaan, diketahui bahwa kedua terdakwa beraksi pada Selasa (26/04/2016) sekira pukul 05.00 WIB di rumah korban Sudi Harianto. Kedua terdakwa awalnya mengintip dari jendela belakang rumah dan melihat ada satu unit sepeda motor Merk Yamaha Vixion nopol BK 3395 TAT.

Kemudian terdakwa Azu mencoba mencongkel jendela dan terbuka. Keduanya masuk ke dalam rumah dan mengambil satu handphone merk Nokia type 93, satu unit sepeda motor Merk Yamaha Vixion Nopol BK 3395 TAT, satubuah dompet coklat yang berisikan STNK, 1 lembar KTP.

Setelah melanjutkan aksinya, keduanya menemui Tison Sinaga als Tyson (berkas terpisah) untuk menjual Yamaha Vixion tersebut dengan harga Rp 3 juta. Akibat perbuatan kedua terdakwa, korban Sudi Harianto mengalami kerugian sebesar Rp 21 juta.