HETANEWS

dr Ria Keliling Kampus di Medan, Namun Pihak Universitas Enggan Bayarkan Dana Bakordik

Siantar, hetanews.com - Setelah melakukan pemecatan kepada Kepala Badan Kordinasi Pendidikan (Bakordik), Direktur Utama (Dirut) RSUD Djasamen Saragih Ria Telaumbanua mengunjungi Universitas Methodist Indonesia (UMI) di Medan untuk mencairkan dana bakordik. Upaya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil, sebab pihak universitas ragu atas status Kepala Bakordik yang baru disandang Ria sendiri, Selasa (27/9/2016).

Beberapa waktu lalu, Ria Telaumbanua memecat Kepala Bakordik yang dijabat oleh dr Harlen Saragih Pemecatan sepihak tersebut diduga kuat akibat konflik internal dalam tubuh rumah sakit milik Pemko Siantar tersebut.

Selanjutnya, kekosongan struktur vital itu digantikan dengan salah seorang dokter rumah sakit yang diketahui berstatus pensiun. Humas RSUD dokter Andi Rangkuti yang dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu mengatakan, bahwa jabatan struktural itu diambil alih langsung oleh Dirut.

“Hari ini Ria ke Medan mungkin ngurus Surat Tanda Registrasi (STR) nya, sekalian pergi ke kampus UMI di Medan, mau meneken dana Bakordik supaya dicairkan pihak kampus. Dia pergi sama Sekretaris Bakordik. Tapi, pihak kampus gak ngasih. Gak mungkinlah dikasih, kepala Bakordikkan dokter Harlen dan yang seharusnya teken itu kan kepala bakordik,” ungkap salah seorang dokter senior yang tidak ingin namanya dikutip.

Wakil Direktur (Wadir) II Harlen Saragih yang dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan informasi tersebut. Dirinya mengungkapkan, sewaktu menjabat sebagai Kepala Bakordik, tiap bulannya dirinya mendatangi kampus untuk mencairkan dana bakordik.

Tersangkut pemecatan yang diterimanya, Harlen mengatakan, itu adalah haknya sebagai direktur. Ia juga mengatakan, SK yang diterima dirinya sebagai Kepala Bakordik berdasarkan tanda tangan Rektor dan Dirut RSUD Djasamen Saragih.

“Saya juga mendapat informasi itu. Kabarnya pihak kampus gak mau cairkan uang bakordik karena SK sebagai Kepala Bakordik masih atas nama saya. Dan, tiap  bulannya, saya yang neken baru pihak kampus mau cairkan uangnya ke rekening rumah sakit. Kemarin waktu saya dikeluarkan, dibuat gantinya salah seorang dokter dari rumah sakit ini. Tapi itu dia sudah pensiun.Kalau soal pemecatan, itu hak dirut lah. Untuk apa saya kerja kalau dirut tidak suka. Tapi kalau SK saya kemarin ditanda tangani oleh rektor universitas dan dirut,” ungkap Harlen yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/9/2016).

RSUD Djasamen Saragih adalah salah satu rumah sakit di Sumatera Utara yang mendapat kriteria rumah sakit pendidikan type B. Selain menyelenggarakan pelayanan kesehatan, RSUD Djasamen Saragih juga menjalin kerja sama dalam Memorandum Of Understanding (MoU)  dengan tiga universitas di Sumatera Utara yang diwadahi oleh Bakordik.

Ketiga universitas tersebut adalah UMI, Universitas Nommensen Medan dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Mahasiswa kedokteran (Co Ass) yang mencari gelar dokter di kampus tersebut menyelesaikan studi kedokteranya dan berpraktek di RSUD Djasamen Saragih.

Penulis: tim. Editor: ebp.