Simalungun, hetanews.com - Pihak Polsek Tanah Jawa berhasil mengungkap sindikat penggelapan tandan buah sawit (TBS) dengan menangkap 12 orang pelaku yang terbukti sudah 35 kali melakukan perbuatan tersebut yang mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah bagi PTPN IV.

Hal ini disampaikan Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Anderson Siringo-ringo saat menggelar konfrensi pers di aula Polsek Tanah Jawa, Selasa (27/9/2016).

Anderson menuturkan, pihaknya sudah lama mengintai gerak gerik para pelaku. Dan pada Rabu ( 21/9/2016) orang-orang tersebut baru berhasi diamankan, dengan alat bukti berupa satu unit truk cold diesel nomor polisi (nopol) BK 8657 TM bermuatan 8,5 ton buah sawit, uang sebesar Rp 16 juta, kwitansi Deliver Order (DO) dan handphone oleh Polsek Tanah Jawa.

Modus yang dilakukan para pelaku membawa truk bermuatan TBS dengan tujuan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bah Jambi dan PKS Dolok Sinumbah. Namun hanya dilakukan penandatangan kwitansi DO dan tidak dibongkar. Lalu truk bermuatan TBS milik PTPN IV unit Balimbingan, Bah Birong Ulu, Marihat dan Marjandi itu dibawa ke PKS swasta di daerah Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Anderson menyampaikan, terkait tindakan yang dilakukan para sindikat sudah berulang kali dan bisa terancam hukuman pasal 374 sub 55 dan 56 junto 480 mengenai penggelapan jabatan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Adapun para pelaku yang diamankan Jaman Damanik (JD) kerani timbang Bah Jambi, Eprilianto (kerani timbang Dosin), Mael (kebun Balimbingan), Budi (karyawan kebun Marihat), Guntur (KCS kebun Bah Birong Ulu), Suradi (KCS Kebun Marjandi), Nardi Hartono (karyawan PKS Dosin), Frengki Suheri Pandiangan, Prawira Jaya, JAP Hutauruk (karyawan PKS PT Prima Sauhur Lestari Kerasaan) dan Sudarsono (supir truk).

"Sementara Asisten pengolahan PKS Dolok Sinumbah (Dosin) BD Tarigan yang diduga selaku aktor pelaku penggelapan melarikan diri dan telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," tandas pria melati satu di pundaknya itu.