Tobasa, hetanews.com – Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Para Situmorang bersama tim berangkat menuju Kota Gunung Sitoli, Nias, setelah terlebih dahulu berkordinasi dengan Kejari Gunung Sitoli untuk menangkap tersangka korupsi kasus cetak sawah di Kabupaten Tobasa, Selasa (27/9/2016).

Menurut keterangan dari Parada Situmorang, tersangka, Henry P Silalahi selama ini bersembunyi dengan menjadi salah satu pegawai di Bandara Binaka Nias.

Henry P Silalahi yang terdaftar sebagai karyawan di Bandara Binaka Nias.

Setelah berhasil melacak keberadaan Henry, Tim Pidsus Kejari Tobasa langsung berkoordinasi dengan Kejari Gunung Sitoli agar yang bersangkutan dapat diamankan dan dibawa pulang ke kabupaten Tobasa untuk menjalani persidangan. “Kita amankan tersangka di Bandara Binaka Nias” tegasnya.

Dijelaskan oleh Parada, Henry terkena kasus korupsi percetakan sawah Tahun Anggaran (TA) 2012, di mana sumber dana berasal dari APBD, di Desa Tornagodang, Kecamatan Silimbat, Kabupaten Tobasa.

Tim Pidsus Kejari Tobasa saat berada di Bandara sesaat sebelum menangkap Henry P Silalahi

“Tersangka merupakan konsultan pengawas yang merangkap sebagai penyedia jasa. Henry tercatat sebagai Wakil Direktur di CV Manunggal Riamerta, Jalan Maphilindi No 58, Medan,” jelasnya.

Parada pun mengakhiri bahwa tersangka agar segera dibawa ke Tobasa agar mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. “Kejari Tobasa telah sepakat akan bekerja keras untuk membantu program pemerintah, yakni memberantas korupsi. Ini akan menjadi awal yang baik bagi penegakan hukum," paparnya.