Simalungun, hetanews.com -Jajaran personil Polres Simalungun telah menegakan Peraturan Kapolri untuk menindak tegas, dengan menerapkan PTDH (Pemberhentian Tidak dengan Hormat) kepada para oknum polisi yang telah berulang kali melakukan pelanggaran kriminalitas atau kedisiplinan, dengan mangkir minimal 30 hari secara berturut-turut.

Ada 4 oknum polisi yang tercatat masing -masing sudah dinyatakan mangkir lebih kurang 139 hari secara berturut-turut. Nama-nama para oknum dimaksud masing -masing, Briptu Lesmana, Briptu Jacob Halomoan Silitonga, Bripda Taufik Akbar Siregar Bripda Edwin Naikman.

Keempat oknum polisi tersebut secara resmi diberhentikan dari kedinasannya secara tidak hormat, yakni dengan penerapan PTDH,, sehingga ke depan tidak ada lagi oknum polisi yang melakukan hal-hal yang tidak benar dan disiplin dalam menjalankan tugasnya.

“Hal ini diupayakan contoh sebagai pil pahit bagi para personil Polres Simalungun yang masih membandel dan tak dapat dianurir lagi, maka sanksi terakhir dengan pemecatan dari kesatuan, yakni PTDH,” ucap Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro, Senin (26/9/2016) di Mapolres Simalungun.

Pelaksanaan prosesi pelepasan seragam Polri yang dilakukan langsung oleh Kapolres di halaman Mapolres Simalungun ini disaksikan seluruh personil. 

Dari keempat personil yang mendapat tindakan tegas pemecatan, hanya satu yang bersedia hadir, yakni Briptu Yuda Lesmana. Sementara ketiga oknum lainnya tidak bersedia hadir. Keempat oknum yang telah resmi dipecat secara resmi itu telah menjadi masyarakat sipil biasa.

"Peristiwa ini hendaknya dapat dijadikan sebagai contoh dan pelajaran bagi kita semua, untuk dapat diambil hikmahnya sebagai introspeksi diri agar menjadi lebih baik," sebut Yofie.

Dari empat oknum yang dipecat itu, tiga orang kembali kekeluarga masing-masing. Sedangkan salah seorang oknum kembali masuk ke dalam sel tahanan untuk kembali menjalani hukuman dengan kasus pidana lainnya.

Sementara Kasi Propam Polres Simalungun Ipda Alwan saat dimintai tanggapanya mengatakan, semoga kejadian pemecatan tersebut menjadi hukuman yang paling mengerikan, sehingga personil Polres Simalungun dapat menyadari, dan dapat merubah tabiat dan kebiasaan, apalagiterkait pebuatan yang buruk.