Simalungun, hetanews.com - Ibu dan anak, Rosdiana alias Diana (41) dan   M Abimayu alias Mayu (25), keduanya  warga Rintis VII Nagori Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, gagal divonis oleh majelis hakim pimpinan Julius Panjaitan SHMH, disidang Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (26/9/2016).

"Putusan belum rampung dan masih ada hal-hal yang akan dimusyawarahkan oleh majelis hakim. Persidangan akan dibuka kembali pada Kamis (29/9/2016),” kata Julius sambil mengetuk palu menutup persidangan. 

Sebelumnya, ibu dan anak ini disidangkan dalam berkas terpisah telah dituntut pidana penjara masing-masing selama 12 tahun oleh jaksa Viktor Purba SH. Keduanya dinyatakan terbukti  menghilangkan nyawa korban Jenri Purba. Perbuatan keduanya dinyatakan telah melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, perbuatan itu dilakukan terdakwa Diana bersama-sama dengan terdakwa Abimayu alias Mayu, pada Senin 2 Mei 2016 sekira pukul 00.30 Wib di Areal kebun coklat milik saksi Ponira di Kampung Ledoan Rintis VII Nagori Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Berawal pada  Minggu  1 Mei 2016  pukul 19.00 Wib korban Jenri Purba  pulang ke rumah terdakwa usai minum tuak di warung milik br Marpaung di Kampung Timbaan,  bersama saksi Ronggo Warsito.

Lalu korban memarkirkan sepeda motornya dan masuk ke kamar terdakwa Diana teman wanitanya. Tak berapa lama, korban keluar dan diikuti terdakwa. Duduk di bawah pohon coklat, terdakwa berusaha membicarakan hubungan asamaranya, tapi korban malah tertidur.

Saat itu, terdakwa berencana untuk menghabisi nyawa korban tapi menyadari kekuatannya tidak cukup. Terdakwa pun pulang membujuk anaknya untuk membantunya menghabisi nyawa korban. Awalnya anaknya Abimayu menolak, tapi akhirnya mau membantu ibunya untuk menghabisi korban setelah dibujuk oleh ibunya.

Hingga keduanya menghabisi nyawa korban dengan tali nylon dan seolah-olah korban gantung diri.