HETANEWS

Kepala Bakordik RSUD Djasamen Saragih Kosong, dr Harlen Diberhentikan dr Ria

Ruangan Bakordik RSUD Djasamen Saragih.

Siantar, hetanews.com - Kepala Badan Kordinasi Pendidikan (Bakordik) RSUD Djasamen Saragih, dr Harlen Saragih diganti. Pencabutan masa kerja tersebut dikeluarkan berdasarkan kebijakan Direktur dr Ria Novida Telambaunua beberapa waktu lalu.

Saat hetanews mengunjungi gedung Bakordik yang bertempat berseberangan di kompleks rumah sakit, di Jalan Vihara Kota Siantar, Jumat (23/6/2016), pintu ruangan Kepala Bakordik tertutup rapat, namun ruang sekretariat tampak dihuni 4- 5 orang pegawai yang sedang asyik bercakap-cakap.

Salah seorang karyawan menyebutkan, Harlen Saragih Kepala Bakordik sudah diganti dan kursi kepemimpinannya masih kosong. "Dokter Harlen sudah diganti, kalau mau menemuinya langsung saja ke ruangannya," ujar salah seorang karyawan yang bertugas di ruang sekretariat. 

Pro dan kontra yang terjadi di tubuh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kota Siantar ini berdampak serius kepada masa depan rumah sakit yang sedang menuju pelayanan sosial masyarakat yang ‘sehat’. Salah satu bias konflik internal saat ini adalah gonta ganti struktur di Badan Kordinasi Pendidikan.

Semula, Kepala Bakordik dipimpin Harlen Saragih yang menerima Surat Keputusan (SK) tugasnya dari pimpinan BLUD RSUD Djasamen Saragih. Namun pada bulan September 2016 dirinya diberhentikan dari jabatanya tanpa sebab yang jelas.

"SK saya tahun 2013 merangkap Kepala Bakordik dan Rektor. Dan saya sudah digantikan awal bulan lalu. Kalau gak salah tanggal 9 bulan ini lah," ujarnya. 

Cerita Harlen, dirinya sama sekali tidak mengetahui dasar penghentian masa jabatanya tersebut. Selain pencabut masa kerjanya, Harlen mengaku jabatan Wakil Direktur (Wadir) II yang diembannya juga diusulkan diganti oleh Direktur.

Humas RSUD Djasamen Saragih, Andy Rangkuti membenarkan adanya pergantian Kepala Bakordik tersebut. Saat ini, untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, Direktur BLUD Djasamen Ria Novida Telambaunua mengambil alih kepemimpinan. “Kepala Bakordik sekarang sudah digantikan sama Ria, baru bulan ini juga Harlen diganti," katanya.

Hanya ada dua rumah sakit tipe B Pendidikan di Sumatera Utara. Selain RSUD Djasamen, ada RS Adam Malik Medan. Sebagai rumah sakit tipe B pendidikan RSUD Djasamen ini menjadi rujukan regional Sumut bagi beberapa daerah seperti Tapanuli Utara (Taput), Toba Samosir (Tobasa), Simalungun dan Siantar. Hal  tersebut sesuai dengan keputusan Dirjen BUK No HK 0203/1/0363/2015 tentang Penetapan RS Rujukan Provinsi dan RS Rujukan Nasional.

Setelah menjadi BLUD, tiga universitas antara lain Universitas Nommensen Medan, Universitas Methodist dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) bekerjasama dengan rumah sakit dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Para mahasiswa kedokteran (coass) yang mencari gelar dokter dikampus tersebut menyelesaikan studi kedokterannya dan berpraktek di rumah sakit.

Akan tetapi karena ada sistem rujukan berjenjang yang diterapkan pemerintah melalui BPJS, pasien yang datang ke RSUD ini menjadi terbatas, sebab harus melewati RS type C terlebih dahulu. Sementara, para mahasiswa kedokteran yang tengah coass harus lebih banyak berpraktek.

Penulis: gee. Editor: ebp.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.