HETANEWS

Dinkes Siantar Anjurkan Warga Hati-Hati Santap Daging di Lapo Karena Bisa Terkena Infeksi Rabies

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Siantar Yeyen Damanik

Siantar, hetanews.com - Ternyata infeksi rabies pada hewan tidak hanya dikarenakan gigitan saja, namun bisa juga dari air liur maupun kelenjar pada daging hewan. Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) menganjurkan untuk berhati-hati menyantap daging di lapo (warung makanan khas Batak), karena bisa saja daging tersebut terkena kelenjar rabies.

Hal itu dikatakan oleh Yeyen Damanik selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Siantar, Kamis (22/9/2016). Dia menuturkan, selain dari gigitan dari air liur hewan rabies pun bisa terkena. "Dari cairan hewan rabies yang sudah mati pun bias terkena, dari air liur pun bisa, kena cakar juga. Makanya tetap jaga kewaspadaan," terangnya.

Lebih jauh Yeyen menjelaskan, ketika terkena gigitan hewan rabies, meski sudah divaksin belum tentu korban gigitan itu sembuh. "Kalau sudah digigit, divaksin pun belum tentu selesai. Vaksin itu hanya mencegah. Yang pasti, ketika kena gigitan hewan rabies, cuci dengan air yg mengalir selama 5 -15 menit, dicuci dengan sabun yang berbusa dan pergi ke petugas kesehatan. Yang paling penting rawat hewan peliharaan," paparnya.

Dia juga menyebutkan, ketika terkena gigitan sebaik memperhatikan tingkah laku dari hewan hingga 14 hari. "Karena paling lama 5 hari setelah menggigit, hewan itu akan menunjukkan gejala mau mati. Dan untuk orang yang kena gigit, masa inkubasinya bisa sampai 2 tahun," tambahnya.

Terkait persediaan vaksin rabies di Puskesmas, Yeyen mengutarakan, setiap tahunnya mereka mendapat 80 -100 vaksin,"Vaksin itu bisa kita bilang masih kurang mengingat banyaknya binatang yang berkeliaran, kita kan nggak tau hewan itu rabies atau nggak. Kalau pengadaannya 80 sampai 100 vaksin setiap tahun. Itulah yang kita cukup-cukupkan," ucapnya

Dia menuturkan di Siantar, setiap bulannya 10-15 orang terkena gigitan hewan. ”Setiap bulan ada 10 sampai 15 orang yang terkena gigitan hewan, dan itu masih yang kita tangani,di luar itu kan bisa saja ada yang terkena gigitan,tapi mengambil inisiatif sendiri untuk mengobatinya, bukan kita yang tangani," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Yeyen, sudah ada 1 korban yang meninggal akibat gigitan hewan rabies. "Kalau hewan rabies itu banyak, bisa anjing, kucing, kera dan monyet. Untuk tahun ini, sudah ada 1 korban. Untuk tahun lalu itu nggak ada," tutupnya. 

Penulis: tom. Editor: ebp.