Mon 23 Jul 2018

Ruang Logistik RSUD Djasamen Saragih, Siang Hari Aroma Tak Sedap dan Malam Hari ‘Sarang Hantu’

Ruang Logistik RSUD Djasamen Saragih.

Siantar, hetanews.com - RSUD Djasamen Saragih memiliki satu gedung yang digunakan sebagai gudang logistik. Bangunan yang memiliki empat pintu yang terkunci rapat dengan gembok tampak tidak terawat, Selasa (22/9/2016).

Bangunan persegi yang memiliki teras letter L dan beberapa ventilasi kaca kini sudah tak terurus. Sebahagian kacanya pecah, terbuka, ditambah asbes jebol dan sampah berserakan memberikan kesan buruk bagi siapa saja yang memandangnya.

Gudang logistik yang berdiri tepat dibelangkan ruang poliklinik memang tak sering dikunjungi para pengunjung atau pasien. Mungkin karena lokasinya berada di belakang. Namun ternyata gedung bercat putih itu sebetulnya sering dilintasi beberapa perawat sedang melakukan tugas, sebab dapat digunakan menjadi jalan alternatif, menghubungkan antara dua ruang rawat inap yang terpisah dengan jarak ratusan meter.

Ceritanya, gedung logistik milik RSUD 'Plat Merah' ini sempat dijadikan tempat pengambilan obat bagi pasien. Seperti yang diungkap salah seorang perawat kepada hetanews.

"Beberapa tahun lalu, tempat ini,tempat pengambilan obat," ungkap salah seorang perawat yang mengenakan seragam merah jambu, Kamis (22/9/2016).

Dinding bercat putih yang melekat di gudang itu kini luntur, kroak dan bercorat-coret. Jika terik di siang hari, aroma tak sedap menguap dari selokan yang mengeluarkan bau tak sedap.

Belum lagi malam, mungkin tempat itu akan menjadi 'sarang hantu' karna perangkat kabel listrik yang menjadi lampu penerangan sudah terputus. Belum diketahui pasti kapan 'penelantaran' gudang itu berlangsung. 

Menanggapi hal tersebut, John Roy Purba sangat menyesalkan buruknya infrastruktur rumah sakit Djasamen Saragih, yang notabene Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ia mengkuatirkan keberadaan RSUD tersebut menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Utara.

“Bagaimana rumah sakit itu jadi rumah sakit rujukan kalo kondisinya tidak dibenahi. Liat saja, tidak hanya gudang yang ditelantarkan tapi bangunan lain juga banyak yang terlantar. Kondisi itu tentunya tidak lepas dari adanya polemik di rumah sakit umum yang sedang memanas," ucap pemerhati layanan publik yang ditemui di RSUD Djasamen Saragih.

Lanjutnya, pemerintah seharunya mengambil tindak tegas supaya tidak menciderai pelayanan masyarakat Kota Siantar.

Penulis: Hugs. Editor: EBP.