Sun 24 Jun 2018

Bawa Sabu 1 Kg, Warga Aceh Mengaku Dibayar 2 Juta

Simalungun, hetanews.com - M Khannafi (26) warga Jalan Nasional Medan-Meulaboh Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh dalam persidangan terbuka umum di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun mengaku diberi ongkos sebesar Rp 2 juta.

"Saya dikasih ongkos 2 juta dan dibayar nanti kalau udah sampai di Aceh,” kata terdakwa dengan logat aceh dipersidangan di depan majelis hakim pimpinan Julius Panjaitan, Kamis (22/9/2016).

Menjawab pertanyaan jaksa Augus Vernando Sinaga, terdakwa sudah tau jika bungkusan yang diberikan Ujang  (DPO) sehari tiba di Tanjung Balai adalah sabu seberat 1 kg. Terdakwa mengaku tiba dari Malaysia ke Tanjung Balai dengan kapal tongkang.       

Sebelumnya terdakwa ditangkap anggota Polsek Tanah Jawa yang sedang melakukan razia pada Sabtu (12/3/2016) sekira pukul 22.00 WIB. Para saksi Paian Edison, Julianto Simanjuntak dan M Pasaribu menghentikan mobil Kijang Innova nomor polisi (nopol) BK 645 JN yang ditumpangi terdakwa bersama penumpang lainnya dari Tanjung Balai tujuan Aceh. 

Jaksa Augus menjerat terdakwa dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 dakwaan ke satu dan kedua pasal 115 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 dan dakwaan ketiga pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Persidangan mendapat pengamanan ekstra dari biasanya. Terlihat sejumlah petugas Polres diperbantukan khusus sidang M Khannafi. Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacaranya Miduk Panjaitan, juga mengaku sebelum berangkat ke Aceh, sempat menginap 2 hari di Mess Boy Tanjung Balai.

Pemeriksaan perkara ini dianggap selesai, menunggu tuntutan jaksa, majelis hakim menunda persidangan 2 minggu. Karena menurut jaksa, perkara ini akan rentut ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

 

Penulis: ay. Editor: Aan.