Fri 16 Nov 2018

Polda Bali minta rakyat tidak beropini soal Dir Narkoba peras WNA

Bule diperas Dir Narkoba Polda Bali. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

hetanews.com - Komisaris Besar Franky Haryanto Parapat telah dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Reserse Narkoba oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Sugeng Priyanto. Dengan begitu, Franky tak lagi menyandang posisinya terhitung sejak Kamis (23/9) ini.

Pencopotan dilakukan usai Franky diputus bersalah atas penyalahgunaan jabatan sebagai Direktur Narkoba. Kendati diputus bersalah, Polda Bali belum memastikan pelanggaran tersebut berupa potongan anggaran dan kasus tindak pemerasan terhadap 7 tersangka narkoba, di mana salah satunya adalah warga negara asing asal Belanda berinisial DH dengan kasus Ganja.

"Tolong jangan berandai andai atau beropini bahwa hal itu seolah benar. Kita sendiri tidak tahu hasilnya seperti apa dan kasus apa, itu nanti akan disiarkan bila pemeriksaan sudah selesai dilakukan oleh pihak Propam dari Mabes Polri," beber Kabid Humas Polda Bali Kombes Anak Agung Made Sudana, Kamis (23/9).

Ditanya soal tersangka warga asing asal Belanda sumber laporan pemerasan sempat diminta membelikan sebuah mobil Fortuner. Mantan Kapolresta Denpasar itu mengaku tidak tahu soal kabar tersebut.

"Hingga saat ini belum bisa dibuktikan adanya kebenaran terkait pemerasan itu. Anggota kami masih diperiksa, jadi belum jelas apakah hal itu benar adanya. Kita tunggu dan sabar, jangan menduga duga nantinya justru akan melebar ke mana-mana," kelitnya.

Dia menegaskan hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Kapolda Bali. "Tulis apa yang dikatakan Kapolda saja. Intinya masih proses pemeriksaan, tunggu saja," tutup Sudana.

 

 

 

sumber: merdeka.com

Penulis: -. Editor: edo.