HETANEWS

Tak Berniat Kembalikan Sertifikat Milik Ortunya, Asima Laporkan T br Manurung ke Polres Batubara

Asima Aruan bersama kuasa hukumnya melaporkan T br Manurung ke Polres Batubara.

Asahan, hetanews.com-Asima Aruan (41) tahun warga Rahuning Kabupaten Asahan akhirnya melaporkan seorang wanita warga Kisaran bernama T boru Manurung ke Polres Batubara, Selasa (20/9) dengan bukti nomor: STPL/262/IX/2016/BB .

Asima Aruan menyebutkan, T boru Manurung tidak punya itikad baik untuk mengembalikan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Arifin Aruan, merupakan orang tua kandung Asima yang telah lama meninggal dunia.

Bermula pada tahun 2015 lalu, Asima Aruan mendapat kabar berita dari keluarga yang berada di Desa Pematang Rambai Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara, memberitahukan bahwasanya tanah milik orantua kandung Asima akan dijual oleh seseorang.

Kemudian Asima Aruan menyusul kabar tersebut dengan mendatangi keluarga yang berada di Desa Pematang Rambai, dan ketika itu pula Asima Aruan merasa heran bahwa tanah orangtuanya (alm Arifin Aruan red.) telah diduduki, dikuasai dan ditanami oleh orang lain disebut sebut boru Manurung dari Kisaran.

Lantas, Asima menemui Kades Pematang Rambai Mangimbur Siagian dengan maksud mempertanyakan kebenaran tersebut, dan Asima tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, karna hal yang mengherankan, atas dasar apa bisa tanah milik orantuanya dijual orang lain, terang Asima kepada hetanews dikantor LBH publik jalan sirsak sentang kabupaten asahan nomor 22, Kamis (22/09/2016).

Ditambahkan Asima Aruan, sekira tanggal 26 Agustus 2016, di kantor Desa Pematang Rambai, Kepala Desa Mangimbur Siagian mengundang Asima Aruan selaku ahli waris Arifin Aruan dengan T boru Manurung disaksikan sejumlah orang.

Dipertemuan tersebut T boru Manurung mengklaim memegang atau memiliki Surat Asli SHM No 180 /surat ukur 673 Thn 1984 A/N  Arifin Aruan orangtua Asima Aruan, dengan cara memperlihatkan surat asli tersebut dihadapan Kades Pematang Rambai, dan didepan saksi lainya, serta memperlihatkan dua lembar kertas segel tahun 1985 yang di bertuliskan tentang surat penyerahan ganti rugi, akan tetapi ketika Asima Aruan bermaksud meminta T Boru Manurung enggan mengembalikan.

Asima Aruan yang juga didampingi Pengacara Fadli Harun M SH dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Publik menerangkan, kliennya telah meminta kepada Ibu T boru Manurung untuk mengembalikan SHM No 180 /surat ukur 673 Thn 1984 A/N  Arifin Aruan kepada ahli waris dengan mengirim dua surat somasi yang telah kami layangkan beberapa waktu lalu.

Akan tetapi hingga Senin (19/9), T boru Manurung tidak menghadiri undangan kami ke Kantor atau menghubungi.

“Kami lakukan upaya hukum dengan mendampingi klien membuat laporan ke Polres Batubara, dan oleh karena itu kami mengharapkan pihak penyidik Polres Batubara segera dapat memanggil dan memeriksa yang bersangkutan, T boru Manurung, yang mana kami berpendapat bahwa perbuatannya telah melakukan perbuatan melawan hokum, dan dapat dikategorikan sebuah bentuk tindak  kejahatan," kata Fadli Harun M SH.

"Penguasaan tanah tanpa hak yang sebenarnya karena tanah tersebut milik ahli waris Arifin Aruan dengan bukti Sertifikat yang ada dan sekaligus perbuatan penggelapan sertifikat tanah milik orangtua klien kami dimana klein kami telah memintanya beberapa kali akan tetapi yang bersangkutan terlapor tidak menyerahkannya," ujar Fadli Harun.

Penulis: deni. Editor: ebp.