HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Dihukum 8 Tahun Penjara di PN Tebingtinggi karena Kasus TPPU, Gunawan Nyatakan Banding

Suasana persidangan dengan terdakwa Gunawan.

Tebingtinggi, hetanews.com - Terbukti bersalah di depan persidangan, setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim Pengadilan Negeri  (PN) Tebingtinggi dipimpin MY Girsang di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kanin didampingi Heryanto Manurung menjatuhi hukuman 8 tahun penjara pada terdakwa Gunawan Prasetio.

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 17 tahun penjara, Kamis (22/9/2016).

Atas putusan majelis hakim itu, terdakwa  yang juga "penggemar" narkoba  dan pernah dijatuhi hukuman penjara itu langsung banding, sedangkan jaksa mengaku pikir-pikir.

Dalam dakwaan jaksa dan keterangan sejumlah saksi di persidangan, tersangka warga Jalan Sudirman, Belakang BCA, Kelurahan Bandar Utama, Kompleks Taman Pesona Indah (TPI) Kota Tebingtinggi itu dikatakan bersalah.

Gunawan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di BCA Tebingtinggi. Saat ditangkap, Gunawan melakukan pengambilan uang diduga hasil penjualan sabu.

Terdakwa disinyalir sebagai bandar sabu antar kota tersebut ditangkap tangan pihak BNN yang khusus datang dari Jakarta ke Tebingtinggi. Sidang gembong narkoba tersebut juga terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat dilakukan penggeledahan, dista uang senilai Rp 17 miliar. Gunawan disebut-sebut juga terlibat jaringan Ponny Chandra (napi di LP Cipinang), yang dihukum 20 tahun penjara, Sodikin (napi LP Madaeng) dihukum seumur hidup dan terdakwa lainnya terkait narkoba.

Dalam putusan majelis hakim, harta terdakwa Gunawan turut disita negara. Selain uang, ada puluhan mobil, tanah dan gudang padi. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010, dengan denda Rp 1,5 miliar.

Penulis: Ver. Editor: ebp.