HETANEWS

IRT Didakwa Kurir Sabu dan Benarkan Dakwaan Jaksa

Rosida saat menunggu persidangan.

Simalungun, hetanews.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Rosida (51), warga Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, Kota Siantar, didakwa tanpa hak dan melawan hukum menjadi perantara dalam jua beli, menukar atau menyerahkan narkotika, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (22/9/2016).

Terdakwa diadili dalam berkas terpisah bersama Dedi Purwanto (41) warga yang sama. Polisi lebih dulu menangkap Dedi pada Selasa 23 Maret 2016 di Simpang Pasar Baru Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Terdakwa Dedi ditangkap saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengendarai Yamaha Mio nomor polisi (nopol) BK 4149 LW dan membuang sesuatu.

Ternyata satu paket sabu yang dibuang Dedi adalah milik terdakwa Rosida. Petugas pun langsung menangkap Rosida di rumahnya dan menyita alat hisap berupa 3 buah pipet bekas sabu dan mancis.

Terdakwa mengaku sabu tersebut adalah miliknya dan milik Dedi yang dibeli dari Budi Harahap (DPO) seharga  Rp.600 ribu. Setelah digunakan bersama, sisanya dibawa Dedi.

Perbuatan para terdakwa dijerat dengan pasal 114, 112 dan pasal 127 (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Atas dakwaan tersebut, terdakwa tidak keberatan dan membenarkannya.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim Tiares Sirait, Justiar Ronald dan Novarina Manurung menunda persidangan hingga Rabu (28/9/2016).

Penulis: ay. Editor: ebp.