Wed 19 Sep 2018

Wasekjen PKB Benarkan Koalisi Empat Partai Calonkan Birokrat

Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar Tampak Saling Berkelakar dan Tertawa Bersama

JAKARTA, hetanews.com

 

- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan membenarkan koalisi empat partai bakal mengusung birokrat untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017. 

 

Nama birokrat itu muncul saat rapat konsolidasi yang dihadiri para ketua umum empat partai tersebut yang digelar di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/9/2016). 

Empat partai yang sepakat bergabung menantang pasangan petahana Basuki Tjajaha Purnama-Djarot Saiful Hidayat itu adalah Partai Demokrat, PKB, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Ada (unsur birokrat)," ujar Daniel melalui pesan singkat, Kamis (22/9/2016).

 

Namun, Daniel tak membeberkan nama bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung empat partai itu.

Dia juga enggan mengungkap, apakah birokrat tersebut diusung sebagai gubernur atau wakil gubernur. 

 "Setelah matang dibahas (baru diumumkan) ya," tuturnya.

Mengenai koalisi, belum ada keputusan apakah empat partai tersebut akan berkoalisi sendiri atau bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Finalisasi keputusan disebut akan diputuskan siang ini.

Sebelumnya, beberapa nama birokrat sempat meramaikan bursa cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sebut saja nama Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Pejabat DKI eselon I ini menjadi PNS pertama yang dilirik partai untuk diusung dalam Pilkada DKI 2017.

Namanya masuk ke dalam radar Partai Gerindra sejak satu tahun yang lalu.

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, sudah merekomendasikan tiga nama menjadi bakal calon wakil gubernur yang mendampinginya pada Pilkada DKI 2017.

PNS DKI berikutnya yang cukup menjadi gula manis bagi partai politik adalah Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Sylviana Murni.

 

Sylviana juga menjadi salah satu PNS DKI eselon 1 yang dilirik Sandiaga untuk mendampinginya menjadi wakil gubernur.

Sebelum Partai Gerindra, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah lebih dahulu tertarik untuk menggaet PNS.

Pilihan Basuki jatuh kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Heru sempat digadang menjadi wakil gubernur mendampingi Basuki melalui jalur perseorangan.

Jika salah satu PNS DKI jadi diusung dan ikut Pilkada DKI 2017, maka mereka harus segera berhenti dari PNS DKI. 

 

 

sumber:  kompas.com

Penulis: -. Editor: edo.