Tue 19 Jun 2018
Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H, hetanews.com tidak terbit terhitung mulai tanggal 13 Juni-20 Juni 2018. Kami kembali terbit seperti biasanya pada tanggal 21 Juni 2018. Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Redaksi.

Harga Emas Naik Tajam

Perhiasan emas. ANTARA/Adeng Bustomi

Jakarta, hetanews.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tajam pada Rabu atau Kamis pagi WIB (22 September 2016). Kenaikan harga emas inin di antaranya karena investor mengantisipasi pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve atau The Fed).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember melonjak US$ 13,2 atau 1 persen, menjadi menetap di US4 1.331,4 per ounce. Para pedagang mengantisipasi hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) September selama hari perdagangan Rabu, memberikan dukungan yang luas terhadap logam mulia.

Analis mencatat bahwa meskipun probabilitas tersirat terbaru kenaikan suku bunga Fed menurun untuk pertemuan FOMC September dan November, prediksi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember tetap stabil. Hal ini pula yang menempatkan tekanan pada logam mulia karena investor pindah ke aset-aset lebih berisiko yang memberikan suku bunga.

Para analis percaya bahwa Fed bermaksud untuk menyerap dana sekitar US$ 2,5 triliun dari kelebihan cadangan bank-bank, karena ekonomi AS mulai pulih. Bank-bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang "bullish". Walhasil, beberapa cadangan berlebih diperkirakan bakal dilepas dan membanjiri ekonomi dengan uang tunai, sehingga menyebabkan inflasi.

Menjelang pertemuan September, ekspektasinya adalah bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,5 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah 12 persen pada pertemuan November 2016, dan 58 persen pada pertemuan Desember 2016.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,24 persen menjadi 95,77 pada pukul 17.45 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para pedagang juga sedang menunggu rilis laporan penjualan "existing home" (sebuah indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah yang terjual pada bulan lalu) dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis di samping indeks manufaktur pada Jumat. Tetapi, semua fokus kemungkinan menjadi pada hasil pertemuan FOMC selama hari perdagangan Kamis.

Seperti dilaporkan oleh Xinhua, perak untuk pengiriman Desember naik 49,1 sen, atau 2,55 persen, menjadi ditutup pada 19,768 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober menambah 17 dolar AS, atau 1,65 persen, menjadi ditutup pada 1.047,9 dolar AS per ounce.


 

ANTARA

Penulis: -. Editor: Edo.