HETANEWS

2 Paket Proyek Jalan PU Diduga Kangkangi Spesifikasi Teknis dari Kemenpupera

Anggota DPRD Simalungun, Bona Uli Rajagukguk saat meninjau lokasi pembangunan jalan dari mulai Simpang Kawat-Tangga Batu, di Kecamatan Dolok Panribuan,

Simalungun, hetanews.com - Dua paket proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Simalungun, sumber dana keuangan negara Tahun Anggaran (TA) 2016 diduga kangkangi spesifikasi teknis yang ditetapkan Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

Fakta di lapangan, realisasi pengerjaan agregat lapis pondasi kegiatan peningkatan jalan jurusan Simpang Kawat-Tangga Batu Kecamatan Dolok Panribuan dan pemeliharaan jalan berkala jurusan Kerasaan-Pematang Bandar di Kecamatan Pematang Bandar tidak mengacu pekerjaan agregat lapis pondasi terdiri dari penghamparan material, pemadatan dan penyiraman.

Selain itu, pelaksana kegiatan tidak menghampar lalu memadatkan agregat lapis pondasi B, walau lapis pondasi bawah atau disebut agregat lapis pondasi kelas B adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar. Fungsi dari lapis pondasi bawah ini antara lain sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda. Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi. 

Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan dan lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Aswin Dalimunte selaku pimpinan perusahaan pelaksana kegiatan pemeliharaan jalan berkala jurusan Kerasaan-Pematang Bandar, senilai Rp 3.989.260.000, bersumberdari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2016 sebelumnya mengatakan, terkait tak dilaksanakannya pekerjaan agregat lapis pondasi B pada kegiatan yang dikelola bukan pencurian spek.

"Itu bukan pencurian agregat lapis pondasi B. Karena kegunaan agregat lapis pondasi B secara otomatis dikondisikan agregat lapis pondasi A yang telah dihamparkan," ujarnya sebelumnya.

Aswin menambahkan, bahwa proses pemadatan agregat lapis pondasi A tidak keseharusan untuk dilakukan penyiraman dengan mengadakan water tank.

Menanggapi indikasi menyimpang dari spesifikasi teknis yang juga terjadi di peningkatan jalan jurusan Simpang Kawat-Tangga Batu, di Kecamatan Dolok Panribuan, Bona Uli Rajagukguk selaku anggota DPRD Komisi II Kabupaten Simalungun saat melintas mengatakan akan membawa persoalan kepada dinas terkait untuk memintai keterangan.

"Kalau memang menyimpang, pihak dinas terkait akan kita panggil ke Komisi II untuk mempertanyakan. Sementara menurut Bupati Simalungun dalam melaksanakan pembangunan jalan dan jembatan, irigasi serta pemukiman mengacu spesifikasi teknis Kemenpupera ini alasan kita melakukan pemanggilan," ujar Bona Uli di lokasi pengerjaan proyek, kemarin.

Dijelaskan, pemadatan adalah suatu peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban dinamis, akibat beban dinamis butir-butir agregat seperti krikil dan pasir merapat satu sama lain yang saling mengunci sebagai akibat berkurangnya rongga udara.

Tujuan pemadatan dapat tercapai dengan pemilihan bahan agregat, cara pemadatan, melakukan penyiraman, pemilihan mesin pemadat, dan jumlah lintasan atau passing yang sesuai.

Amatan di lokasi peningkatan jalan jurusan Simpang Kawat - Tangga Batu di Kecamatan Dolok Panribuan, dengan pagu fisik Rp 3.181.363.636, sumber DAK TA 2016 yang dikerjakan oleh PT Bintang Milenium Perkasa tersebut, selain tak menghamparkan agregat lapis pondasi B, agregat lapis pondasi A yang dihamparkan ditemukan batu kerikil bulat (mangga) lalu dipadatkan tanpa melakukan penyiraman.

Tidak itu saja, pengerjaan parit pasangannya, yakni bermaterialkan batu padas pecah sebagai dinding saluran terindikasi tidak dipasangi pondasi. Sementara disepanjang jalan tak terlihat adanya basecamp yang sejatinya sebagai pemondokan dan sebagai tempat penyimpanan alat alat kerja maupun bahan. Sehingga masyarakat tidak menemukan papan informasi terkait, spesifikasi, berita acara penjelasan pekerjaan, dan gambar rencana kerja.    

Hingga berita dilansir, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Simalungun, Johanes Gurning belum berhasil dimintai keterangan. Walau nada sambung telepon seluler miliknya aktif, Johanes justru mengabaikannya.

Penulis: zai. Editor: aan.