HETANEWS

Irman Gusman jadi tersangka, BK DPD anggap musibah besar

AM Fatwa datangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua DPD Irman Gusman sebagai tersangka terkait dugaan suap kuota impor gula tahun 2016.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD AM Fatwa mengatakan, kejadian ini menjadi musibah terbesar pada lembaga DPD.

"Ya bagi DPD ini kan musibah yang sangat-sangat besar dan menjadi sejarah di DPD," ucap Fatwa di Jakarta, Minggu (18/9).

Di mana Irman ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kediamannya. Hasilnya, penyidik membawa uang senilai Rp 100 juta.

Menurut Fatwa, meski uang yang menjadi barang bukti tidak dalam jumlah besar, akan tetapi posisi Irman sebagai Ketua DPD merupakan jabatan strategis yang diyakini bisa menimbulkan dampak.

"Ya itu (uang Rp 100 juta) memang kecil tapi kan menyangkut orang besar. Ketua DPD Irman Gusman memang bukan orang sembarangan dia setara dengan DPR, MPR, BPK, MK dan yang lainnya," katanya.

Meski demikian, dia belum mengetahui secara pasti kasus yang melibatkan Irman tersebut. Sebab kata Fatwa bukan menjadi kewenangan dirinya.

"Saya tidak bisa bicara itu, itu wilayah pengadilan, tapi kalau proses kehormatan kan sebentar kalau persidangan kan bisa sampai setahun," ujar Fatwa.

sumber: merdeka.com

Editor: edo.