HETANEWS

Oknum Dokter RSUD HAMS Kisaran Sebut Pasien ‘Sampah’

Masdingin saat mendapatkan perawatan medis. (foto : Deni Tambunan).

Asahan, hetanews.com -Tindakan memalukan ditunjukkan salah seorang oknum dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan, Andre Nabuak.

Dirinya melakukan tindakan tidak terpuji ketika melaksanakan tugasnya melayani masyarakat sebagai seorang tenaga medis (dokter).

Andre menyebutkan Masdingin (63) warga Pasar XII Desa Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, dengan sebutan pasien sampah. Ini saat Andre menegur perawat yang menerima pasien karena tidak memberikan informasi medis atau catatan medis.

“Jangan kau bawa pasien sampah ini kemari (RSUD HAMS Kisaran) ya!" kata salah seorang putra Masdingin, Fery Matondang, menirukan ucapan Andre, kepada hetanews, Jumat (16/9/2016).

Mendengar penyataan itu, Fery mengaku kesal dan berniat menonjok (memukul) Andre, karena kesal dengan kata-kata yang tidak pantas dilakukan oleh seorang dokter. "Hampir saya tonjok bang, nggak pantas seorang dokter menyebutkan kata kata seperti itu," katanya.

Fery menuturkan, bahwa ibu kandungnya, Masdingin, telah lama mengidap penyakit komplikasi. Sebelum dirujuk ke RSUD HAMS, Masdingin dirawat di rumah dengan menggunakan jasa perawat yang bekerja dis alah satu klinik di Air Joman.

"Kemarin kondisi ibu saya ngedrop. Tekanan darahnya naik tinggi dan tidak bisa bicara. Atas saran dokter, ibu saya harus dirawat di rumah sakit. Setelah itu ibu saya langsung dibawa ke RSUD HAMS didampingi perawat," ujarnya.

Hanya saja, sesampainya di RSUD HAMS, kata Fery, dokter Andre tidak langsung menangani ibunya, melainkan meminta keterangan perawat pasien, Evi. Evi merupakan perawat pribadi yang dipanggil anak anak pasien untuk merawat Masdingin selama sakit.

Andre kata Ferry, merupakan dokter pertama kali yang menangani  ibunya di ruang Instalasi gawat darurat (IGD) RSUD HAMS Kisaran, Kamis (15/9/2016).

Fery menuturkan, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang dokter. Apalagi sang dokter merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digaji dari hasil pajak rakyat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD HAMS, Lobianna Nadeak saat hendak ditemui hetanews, tidak ada di tempat. Salah seorang pekerja di rumah sakit, bernama Fatma saat ditanya, menyebutkan ini hari Jumat, sehingga cepat pulangnya.

Secara terpisah, Fery menyebutkan, jika Lobianna Nadeak telah memanggil Andre. Menurutnya, Andre mengaku bersalah karena dirinya khilaf.

Penulis: deni. Editor: aan.