HETANEWS.COM

Ada Pembiaran Galian Batu Tanpa Ijin di Pinggiran Danau Toba

Aktivitas penambangan batu di Kecamatan Uluan. (foto : Frengki Silitonga)

Tobasa, hetanews.com - Aktivitas galian batu di pinggiran Danau Toba persisnya di Dolok Pangordang dan Dolok Sibaulangit yang berada di beberapa desa diantaranya Desa Sampuara, Desa Parik, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) terkesan ada pembiaran dari instansi terkait.

Lokasi penambangan batu di Kecamatan Uluan.(foto: Frengki Silitonga) 

Penelusuran di lapangan, Jumat (16/9/2016 ) dengan menggunakan kapal rentalan dari Pantai Lumbanbulbul Kecamatan Balige menuju lokasi penambangan di Kecamatan Uluan, terlihat di sepanjang pinggiran Danau Toba mulai dari Desa Siregar Aek Nalas sampai Desa Sampuara penambang - penambang liar manual yang sedang beraktifitas untuk menambang batu.

Lokasi penambangan batu di pinggiran Danau Toba. (foto: Frengki Silitonga) 

Ada juga beberapa unit kapal pengangkut batu sedang bermuatan batu tanpa memiliki izin. Diketahui ada 15 titik lokasi galian batu yang terindikasi tanpa ijin tersebut.

Disayangkan apabila penambangan liar merajalela untuk mengambil batu dibiarkan begitu saja, karena dampaknya akan berakibat fatal. Apalagi lokasi tersebut sangat miring sekitar 45 derajat.

Diduga itu adalah lokasi hutan lindung dan hutan yang ada di wilayah itu dibakar oleh para penambang batu illegal, dengan titik kordinat 99"2"55.52.E 2"28"30"N dan 99"3"4.007"E.2"27"37"926"N.

Salah satu lokasi penambangan batu. (foto: Frengki Silitonga)

Ketika dikonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) wilayah Tobasa KPH unit XIV, Ery Dika Sianipar kepada hetanews melalui whatshap (WA) mengatakan, lokasi itu di hasil tata batas tahun 2014 sudah termasuk Area Pemanfaatan Lain (APL).

Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup dan Pertambangan, P Siregar menuturkan, penambangan batu dimaksud tidak ada memiliki izin. “Kita sudah pernah membuat himbauan untuk penambang batu di Uluan, tapi mereka masih saja tetap menambang di sana,” ujarnya.

Penulis: frengki. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!