HETANEWS

Kasasi Jaksa Atas Ong Dikabulkan Mahkamah Agung

Screenshot kabulnya putusan kasasi Jaksa atas Atan Makmur alias Ong di MA

Siantar, hetanews.com - Permohonan upaya hukum kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar atas terdakwa bandar sabu Atan Makmur alias Ong dikabarkan diterima oleh Mahkamah Agung (MA).

Dari situs resmi kepaniteraan MA, bahwa nomor register kasasi itu 1321 K/PID.SUS/2016, pemohon yakni JPU Kejari Siantar sedangkan termohon/terdakwa yaitu Atan Makmur alias Ong.

Tanggal putusan pada 26 Agustus 2016 dengan amar putusan yakni kabul. Adapun hakim dalam kasasi tersebut adalah Maruap Dohmatiga Pasaribu, Eddy Army dan Sri Murwahyuni.

Secsio Jimec Nainggolan, yang menjadi JPU dalam kasus Ong tersebut mengatakan bahwa pihak mereka Kejari Siantar belum ada menerima salinan resmi putusan tersebut.

Ia sempat menanyakan putusan kasasi tersebut, apakah pemohonannya Jaksa atau Ong itu sendiri. Karna, baik jaksa maupun Ong melakukan kasasi ke MA atas putusan di Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

"Kasasi yang pemohon Jaksa ya? Kabul? Kami belum dapat salinan resmi. Tapi coba nanti kami cek lagi ya. Dari mana informasi itu didapat ito?," tanya Secsio ketika dihubungi melalui seluler, Jumat (16/09/2016).

Sementara itu, Besar Banjarnahor selaku penasehat hukum terdakwa Atan Makmur alias Ong juga menyebutkan bahwa mereka belum menerima salinan resmi putusan kasasi MA itu.

Kemungkinan, apabila nantinya memiliki bukti baru (novum), mereka berencana akan melakukan upaya hukum lainnya yaitu Peninjauan Kembali (PK).

"Mungkin saja (PK). Tapi kan kalau PK itu harus ada bukti baru. Kalau ada bukti baru, mungkin PK nanti. Kami belum menerima salinan resmi putusan itu," katanya ketika dikonfirmasi diruangannya, Posbakum di Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

Diketahui, bahwa terdakwa Atan Makmur alias Ong disebut-sebut sebagai salah satu bandar besar narkotika jenis sabu di Siantar Simalungun. Ia dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Majelis hakim PN Siantar berpendapat lain dengan JPU setelah mengabulkan Justice Colabolator (JC) yang diajukan oleh penasehat hukumnya.

Dengan itu, terdakwa dijatuhi hukuman oleh majelis hakim dengan pidana penjara selama 8 tahun. Nah, putusan itu membuat jaksa maupun terdakwa melakukan banding ke PT Medan.

Di PT Medan, majelis hakim menguatkan putusan hakim PN Siantar dengan tetap hukuman terdakwa yakni 8 tahun. Kemudian, terdakwa maupun jaksa melakukan kasasi ke MA yang dari situs kepaniteraan MA mengabulkan kasasi dari Jaksa.

Penulis: ndo. Editor: ebp.