HETANEWS

Perlawanan Eksekusi Lelang Gadai di Desa Patane I Kandas

Pihak PN Balige yang ditugasi PN Tarutung bacakan putusan eksekusi. (foto : Maria Sitorus)

Tobasa, hetanews.com - Aksi perlawanan terhadap eksekusi lelang gadai yang dimenangkan pemohon Musa Gurning dengan termohon Tommy Sinurat kandas.

Akibatnya eksekusi lelang gadai di Sirait Uruk, Desa Patane I, Kecamatan Porsea tetap berjalan dengan pengawalan ketat sejumlah personil Polres Tobasa, Rabu (14/9/2016).

Sebelum eksekusi dilaksanakan, terlebih dahulu Pengadilan Negeri (PN) Balige yang ditugaskan PN Tarutung membacakan putusan eksekusi lelang gadai yang tertuang dalam berita acara eksekusi No 16/eks/2007/PDT.G/2003/PN TRTG.

Menurut putusan eksekusi sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) dan hukum yang berlaku tentang hak tanggungan atas tanah beserta benda lainnya.

Ditemui usai pelaksanaan eksekusi lahan lelang gadai sebelumnya milik Tommy Sinurat sebagai termohon menerangkan, perlawanan dilakukan mengingat penetapan PN Tarutung cukup mengagetkan dirinya dan keluarga.

Tommy mengaku  kaget dengan putusan PN Tarutung yang tiba-tiba melakukan eksekusi tanpa dirinya (Tommy) mengikuti persidangan permohonan lelang ini.

Tommy menjelaskan kronogis eksekusi lahan gadai ini tentang hutang orangtuanya pada Musa Gurning puluhan tahun yang lalu dengan mengadaikan sebidang sawah sebagai jaminan gadai dengan sistim ijon atau berbunga.

Selama puluhan tahun lahan persawahan padi tersebut dikuasai pemohon yang mana menurut pengakuan termohon lahan tersebut menghasilkan padi sekitar 400 kaleng atau sekitar 4 setengah ton padi.

Seiring berjalannya waktu pihak termohon meminta lahan tersebut dikembalikan kepada termohon mengingat nominal hutang orangtua termohon tidak jelas, sehingga termohon sempat mengajukan gugatan di PN hingga Mahkamah Agung (MA) dan saat itu dimenangkan Tommy.

“Namun entah mengapa sekarang lahan itu dilelang eksekusi. Berapa jumlah hutang orangtua kami. Karena selama ini pemohon tidak pernah menunjukkan bukti hutang orangtua kami. Bahkan kami thu pemohon adalah toke yang mengijonkan padi di daerah ini. Apa sistim ijon itu bisa memiliki kekuatan hukum untuk melakukan elsekusi lahan gadai, kami tidak mengerti. Sebab kami adalah kaum lemah dan miskin,” ujar Tommy menangis.

Ini ditambahkan empat tempat sawah miliknya semua dilelang , sehinggaTommy menangis memikirkan bagaimana nasib anak-anaknya.

Terkait upaya hukum Tommy dan keluarga akan banding, meski demikian pihaknya menghargai putusan majelis hakim.

Sekedar informasi, Tommy menerangkan, pihaknya bersedia melakukan pembayaran hutang kedua orangtuanya apabila pihak Musa Gurning dapat menunjukkan bukti surat hutang dengan jumlah nominal yang akurat.

Ahli waris pemohon Musa Gurning mengakui, lahan tersebut digadai kepada orangtuanya puluhan tahun yang lalu. Sebelumnya pihaknya kalah dalam gugatan kepemilikan lahan di MA beberapa tahun lalu. Namun permohonannya untuk lelang gadai melalui Peninjauan Kembali (PK) diterima dan pemohon menang, sehingga PN Tarutung ditugaskan melakukan eksekusi lelang.

“Semuanya sesuai prosedur hukum, silahkan tanyakan ke pihak pengadilan, data dan bundel bundelnya semua di sana,” katanya.

Penulis: sitorus mel. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.