HETANEWS.COM

Karena Diberitakan, PN Siantar Baru Urus IMB Renovasi Bangunan, Kalau Tidak Diberitakan?

Siantar, hetanews.com - Renovasi bangunan Pengadilan Negeri (PN) Siantar yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menyisakan polemik. Bangunan yang hampir bernilai Rp 5 miliar itu tidak taat peraturan daerah (Perda) Kota Siantar.

Ketua PN Siantar, Pesta Sitorus ketika ditanyakan mengapa tidak ada IMB renovasi tersebut, ia menjawab bahwa untuk pengurusan izin sedang diurus oleh pihak PN Siantar.

"Sedang diurus itu. Coba tanya sekretaris PN Siantar (Mediana Tarigan). Semenjak masuk koran kemarin, sudah mulai kita urus," kata Ketua PN Siantar, Pesta Sitorus, Rabu (14/9/2016) sambil berjalan ke arah ruangan Mediana.

Namun, Mediana Tarigan yang juga sebagai pemegang kuasa anggaran di PN Siantar tidak berada di ruangannya. Kemungkinan ia telah pulang kerja. Dari jawaban Pesta Sitorus tersebut, seakan-akan PN Siantar berinisiatif mau memproses izin renovasi yang telah berlangsung sekitar 2 bulan itu karena adanya sorotan pemberitaan di media.

Apabila tidak ada menyorot hal itu, tidak diketahui apakah PN Siantar berinisiatif mau mengurus izin tersebut. Apalagi dikabarkan, Pesta Sitorus dalam waktu dekat ini tidak lagi menjabat sebagai Ketua PN Siantar sehingga ia meninggalkan polemik di lembaga penegak hukum yang dipimpinnya.

Terhitung hingga hari ini, Rabu (14/09/2016), pembangunan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua bulan dan telah setengah pengerjaan. Tetapi, untuk mengurus IMB saja, tidak pernah dilakukan.

Diketahui, bahwa renovasi PN Siantar itu memakan biaya dengan nilai pagu paket sebesar Rp 4.937.710.000 yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun 2016 dan pihak pelaksana yaitu PT Sinar Cahaya Anugerah.

Renovasi yang dijadwalkan akan selesai pada akhir Desember 2016 ini tampak telah memasuki pembangunan gedung yang direncanakan akan berlantai dua tersebut. Ini kelihatan bahwa setengah dari proyek pengerjaan telah selesai, tapi IMB tetap belum ada.

Penulis: ndo. Editor: ebp.