HETANEWS

Andrea Dovizioso: Kemenangan belumlah realistis

Andrea Dovizioso (c) AFP

hetanews.com - Kuat digadang-gadang menjadi pemenang kedelapan musim ini di MotoGP San Marino akhir pekan lalu, rider tim pabrikan Ducati Corse, Andrea Dovizioso harus rela melihat kemenangan diraih oleh rider Repsol Honda, Dani Pedrosa, sementara dirinya harus puas finis keenam.

Musim ini, MotoGP telah memiliki delapan pemenang berbeda, dan angka ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah kelas tertinggi Grand Prix. Dovizioso sudah lama dijagokan meraih kemenangan perdana Ducati sejak 2010, yang akhirnya justru jatuh ke tangan sang tandem, Andrea Iannone di MotoGP Austria.

"Demi meraih kemenangan, Anda memang harus percaya dan terus bekerja keras, tapi juga harus melihat realita yang ada dan memahami batasan, karena tak ada gunanya memikirkan kemenangan-kemenangan tertentu. Ketika Anda meraih hasil seperti ini, maka Anda harus bercermin diri," ujarnya kepada GPOne.

Sejauh ini, Dovizioso baru meraih tiga podium, dan berada di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan 99 poin, tertinggal 37 poin dari rider Suzuki Ecstar, Maverick Vinales yang ada di peringkat kelima. Rider Italia ini pun mengaku akan bersabar menanti kemenangan.

"Para rival kami saat ini berada di depan, karena Anda bisa menang hanya ketika Anda benar-benar siap. Tentu saya kecewa belum menang, tapi saya selalu mencoba menapakkan kaki di tanah dalam pembicaraan soal kemenangan, meski memang apapun bisa terjadi di dunia balap motor," tutupnya. (gpo/kny)

sumber: Crash

Editor: edo.