Tobasa, hetanews.com - Hasil keputusan rapat gabungan masyarakat per tanggal 9 Juli 1985 sepakat untuk memberikan tanah seluas 2 hektar atau dengan ukuran 125 x 160 meter (20.000 m2) yang terletak di bagian barat Ambarlopak Desa Sidulang untuk lokasi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Laguboti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Dengan berjalannya waktu, sebagian dari tanah yang diserahkan masyarakat Desa Sidulang untuk lokasi SMPN 2 Laguboti kini menjadi milik pribadi, bahkan sudah disertifikatkan.

Menurut keterangan Kepala Desa (Kades) Sidulang, Maharuddin Pangaribuan, bahwa tanah itu kini menjadi milik pribadi yang dijadikan ladang kopi oleh warga yang berinisial MH (A.JH), HH dan MH.

Maharuddin menambahkan, sudah pernah diadakan pertemuan di SMPN 2 Laguboti pada bulan Mei 2016, untuk mempertanyakan atas dasar apa bisa mengatakan itu tanah mereka. Bahkan mereka juga mengakui tanah yang sudah dijadikan ladang kopi adalah tanah warga Desa Sidulang. 

"Namun entah kenapa mereka tidak mau mengembalikan untuk pihak SMPN 2 Laguboti yang terletak di Desa Sidulang," sebut Maharuddin.

Dirinya bersama dengan warga desa siap mempertahankan jika tanah bahwa itu dulunya pemberian tahun 1985 untuk lokasi SMPN 2 Laguboti, bukan menjadi milik pribadi.

Kadis Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Tobasa, Lalo Simanjuntak, saat dikonfirmasI beberapa waktu lalu di ruangan kerja, mengatakan akan segera meninjau masalah aset Dinas Pendidika (Disdik) yang beralih fungsi menjadi milik pribadi.

Kembali dikonfirmasi, kemarin, mengenai realisasi dari Disdik Tobasa yang tidak kunjung turun langsung untuk meninjau lahan SMPN 2 Laguboti di Desa Sidulang, melalui pesan singkat, Lalo hanya menyatakan agar ditunggu saja. "Mohon ditunggu. Tks," balasan SMS dari Lalo.