Siantar, hetanews.com - Menjelang Idul Adha, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Siantar, Robert Pangaribuan menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Ini betujuannya untuk memastikan kelayakan hewan qurban yang akan disembelih nantinya.

Pertemuan yang rencananya dilakukan dalam minggu ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan terjadi atau memastikan proses pelaksanaannnya berjalan dengan baik, seperti pemeriksaan seluruh qurban hewan sapi dan kambing terlebih dahulu sebelum disembelih, sehingga kelayakanya bisa dijamin.

“Idul Adha itu hari Senin (12/9/2016), dan kita sedang mau koordinasi dengan MUI. Sudah saya buat suratnya,” terang Robert, kemarin.

Selain kesehatan hewan qurban, setiap orang yang akan melakukan penyembelihan juga harus dibicarakan dengan baik dan orangnya akan ditentukan.

“Koordinasinya untuk memastikan siapa-siapa saja yang akan menjadi juru sembelih hewan qurban. Mereka nanti akan mengasitahu kepada kita. Contohnya, dari Mesjid Raya, siapa dari sana. Nanti petugas kita akan turun kesana untuk melakukan pengecekan juga,” ucapnya.

“Satu hari sebelum dilakukan penyembelihan, petugas dari kita juga akan melakukan pengawasan dan pemeriksanaan hewan qurban. Kebetulan, ternaknya baru masuk satu hari sebelum hari Idul Adha. Sorenya masuk ke mesjid,” tambah Robert.

Untuk jumlah hewan qurban, kata Robert, tidak ada datanya karena umumnya penyediaannya dilakukan oleh panitia dari mesjid. “Kalau jumlahnya (qurban) kita tidak tahu pasti berapa datanya tetapi jumlah Mesjidnya sudah ada. Biasanya ada 8 Mesjid besar yang sesuai dengan monitoring kita, yaitu di Siantar Timur, Siantar Utara, Jalan SM Raja. Yang menyiapkan qurba biasanya adalah dari masing-masing pengurus mesjid,” jelasnya.

Pelaksanaan ini, diyakini akan berjalan dengan baik dengan adanya koordinasi yang baik dengan MUI dan juga adanya pengawasan dari pihak Provinsi. Lanjutnya, surat dari Provinsi juga sudah ada terkait siapa-siapa saja yang akan diturunkan untuk melakukan monitoring dan pengawasan sat Idul Adha.

“ Kita akan melakukan pengecekan dari sisi kesehatan. Kalau kita sudah siap, dan sudah keluar suratnya dari Provinsi. Persyaratan qurban juga sudah kita sampaikan melalui brosur kepada pengurus mesjid,” sebut Robert mengakhiri.