Tebingtinggi, hetanews.com-  Dua sopir dan empat orang pekerja yang bertugas menghantarkan pesanan 700 ekor ikan Nila Bangkok milik PT Aquafarm Nusantara (AFN) di Parapat, Kabupaten Simalungun ke Desa Naga Kisar Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diamankan petugas Polres Tebingtinggi.

Ini setelah dilaporkan melakukan penjualan ikan tanpa ijin PT AFN kepada seorang penadah, Rabu (7/9/2016).

Keenam pelaku adalah Marudut Simbolon alias Udut (31) warga Tanjung Dolok Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun (supir), Rahendra Devision Siregar (19) warga Jalan HKI Ajibata Desa Parsaoran, Simalungun (supir) dan Romen Sinaga (22) warga Girsang Sipangan Bolon Simalungun.

Selanjutnya Manogar Sinaga alias Mano (32) warga Simanggarutak Kelurahan Parapat, Simalungun, Wilrogen Sipangkar alias Rogen (22) warga Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Charli Nababan (22) warga Desa Sitabotabo Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), serta seorang penadahnya, Kasimen (62) warga Dusun III Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai.

Informasi dihimpun di Mapolres Tebingtinggi, Rabu (7/9/2016) melalui Kasubbag Humas AKP MT Sagala mengungkapkan, terbongkarnya kasus penggelapan ikan Nila Bangkok yang dilakukan para pelaku ditangkap pada Sabtu (3/9/2016).

Itu berawal dari adanya kecurigaan warga yang tinggal di lokasi penangkapan di Afdeling III Desa Pabatu Kecamatan Tebingtinggi, tepatnya di areal kebun sawit. Pasalnya warga melihat ada kegiatan bongkar muat ikan di areal kebun.

“Warga curiga melihat ada 2 truk Colt Diesel dan 1 unit mobil Pick Up yang melakukan bongkar muat ikan kemudian menghubungi pihak Sub Denpom I/I Kota Tebingtinggi  dan diteruskan ke Polres Tebingtinggi. Dan saat Satuan Reskrim ke lokasi yang dimaksud, para pelaku memang terlihat sedang menjual sebahagian ikan milik PT AFN pada seorang penadahnya,” jelas Sagala.

Dia menambahkan, jika pihak PT AFN melalui Achiruddin Sirat, pemilik mobil truk yang dikontrak pihak perusahaan telah membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi atas tindakan para pelaku.

“Selain para pelaku, kita juga telah mengamankan barang bukti ikan Nila Bangkok sebanyak 700 ekor dengan berat kurang lebih 800 kg, satu unit mobil pick up nomor polisi (nopol) BK 9267 NE, dua unit sepeda motor, 39 karung plastik kosong serta uang tunai sebesar Rp 1 juta,” terang Sagala.

Kepada petugas, penadah ikan, Kasimen mengaku jika dirinya telah dua kali membeli ikan dari para pelaku. “Sebelumnya saya sudah kenal dengan pelaku Marudut Simbolon, dan ini yang kedua kalinya saya membeli ikan dari mereka,” ujarnya. 

Ketujuh pelaku kini telah ditahan dan atas perbuatanya, para pelaku akan dijerat Pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman diatas lima tahun penjara.