Siantar, hetanews.com - Binsar Manik (20), pemuda yang tewas  setelah ditembak dibagian pinggang hingga bersarang dibagian rongga dada, oleh  oknum kepolisian Polres Siantar (Polsek Siantar Timur) bernisial (JM), Minggu (4/9/2016), dapat ditangani langsung ke Poldasu . Hal ini disampaikan Kabid Humas polisi daerah Sumatera Utara, AKBP Rina Sari Ginting, Rabu (7/9/2016).

"Bisa saja kasus ini ditangani Polda. Cuman, nanti saksi-saksi kan banyak disana. Bisa juga, nanti namanya joint investigasi. Tim dari Polda ikut bergabung ke Polres. Karena  kalau kita tarik ke Polda TKPnya kan di Siantar," jelasnya kepada hetanews.com.

Ungkap Rina, untuk meminimalisir waktu dan biaya, solusi yang disarankan, polres Siantar bergabung dengan tim penyidik dari polda.

"Untuk menghadirkan saksi itu butuh biaya dan waktu, karna bolak-balik ke Poldasu dan Polres Siantar. Belum lagi sidangnya di Medan.  Solusinya, disarankan polres Siantar bergabung dengan tim penyidik dari Polda. Untuk menghindari adanya keraguan," terangnya ketika diwawancara via seluler, sekitar pukul 13.00 WIB.

Humas mengetahui peristiwa tersebut setelah membaca pemberitaan media massa. Saat  disinggung mengenai prosedur penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. Ia mengatakan semua harus diuji. Mengenai jarak dan aturan memberikan tembakan semuanya perlu dilakukan pengujian.

"Ketika itu untuk membela diri, itu tidak ada aturan bisa saja dari jarak dekat. Tidak apa-apa menembak dari jarak dekat, ketika jiwanya terancam atau tidak," katanya.