Siantar, hetanews.com - Polisi menembak Wahyu Rizki Manik atau akrab disapa Binsar, terduga pelaku pemalakan dengan jarak sekitar tiga meter di dalam rumah masyarakat.

Pasangan suami isteri (pasutri) H Sinaga dan E br Tinambunan, pemilik rumah yang merupakan saksi mata kejadian menuturkan, dua anggota polisi yang mengejar Binsar ke dalam rumahnya.

"Satu pakaian preman dan satu lagi pakaian kaos coklat polisi," ungkap E br Tinambunan ditemui hetanews dirumahnya, Selasa (6/9/2016).

Menurut mereka, Binsar yang lebih dulu masuk kedalam rumah di Jalan Makmur, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, itu dikejar dua anggota polisi tersebut hingga terdengar suara tembakan.

"Kami di ruang depan, sewaktu mereka (polisi) didepan pintu sempat ku tanya ada apa ini, memang jawab mereka, kami polisi. Trus lari ke belakang rumah," katanya.

Suaminya, H Sinaga mengaku setelah itu turut mengikuti ke belakang rumah dan tak lama terdengar suara letusan. Letusan dikeluarkan salah satu anggota polisi, persis dekat pintu antara ruang tengah dengan dapur.

"Kalo si Binsar sudah di luar dekat pintu dapur. Disitu lah dia trus jatuh kebawah. Suara letusan satu kali," katanya.

Dalam kondisi telungkup persis di belakang rumah yang turun ke bawah, Binsar lalu ditarik dua anggota polisi naik kedalam rumah dan sempat ditidurkan persis didepan pintu kamar mandi yang berada di ruang dapur.

"Naik ke sini (depan kamar mandi) diseret polisinya si Binsar. Di situ sempat kami tanya polisinya tapi mereka tidak menjawab. Lalu dibawa dia keluar, ada mobil di depan," terangnya sembari memperagakan kronologis kejadian.

Amatan wartawan, jarak antara pintu tengah dengan pintu dapur rumah sekitar tiga meter. Mereka memastikan suara letusan senjata api tak lebih dari satu kali.

"Pas kejadian 5 orang kami dirumah, 3 anakku di rumah, satu anakku yang sakit ini lah. Cuma sekali memang suara tembakan yang kami dengar," ujarnya.