Siantar, hetanews.com - Wahyu Rizky Warjaya Manik, warga Jalan Makmur, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, tersungkur diterjang timah panas petugas polisi.

Terduga pelaku pemerasaan terhadap 4 orang remaja, Minggu malam (4/9/2016) yang mengadu ke Polsek Siantar Timur ini mencoba kabur dari kejaran petugas. Namun akhirnya tewas ditembak polisi.

Kapolsek Siantar Timur, AKP Giring Damanik mengatakan, pelaku berjumlah 2 orang, yakni Wahyu dan rekannya yang belum diketahui identitasnya berhasil kabur saat akan ditangkap petugas.

Wahyu ditembak petugas tepat di bagian belakang punggungnya dan roboh ketika kabur ke dalam rumah warga bernama M Sinaga yang berada tak jauh dari lokasi awal pengejaran petugas.

Kepada wartawan, keluarga Wahyu ditemui di rumah duka mengatakan, pasca terkena tembakan, anak ke 3 dari 5 bersaudara ini langsung dilarikan ke RSUD Djasamen Saragih, namun tak lama dirujuk ke Rumah Sakit Vita Insani (RSVI).

"Nggak sanggup pihak RSVI dan kami bawa Wahyu ke RS Adam Malik, Medan. Dari Siantar, kami berangkat jam 01.00 WIB, Senin (5/9/2016) dan tiba di sana sekira pukul 02.30 WIB," ungkap salah seorang wanita diketahui Inanguda (makcik) Wahyu.

Dirinya menjelaskan, Wahyu sempat mengenali dan berbicara kepada keluarga di RS Adam Malik. Hanya saja, siang harinya sekira pukul 14.00 WIB, keadaan korban berubah krisis saat tahap proses operasi sedang berjalan.

Ia berujar, tembakan senjata api petugas mengenai tepat di bagian pinggang Wahyu. Bahkan kata dia, peluru tak tembus melainkan bersarang di dalam tubuh Wahyu.

"Yang saya tau peluru mengenai pinggangnya, katanya pas ditembak dia (Wahyu) menunduk (bungkuk) karena lantai dapur rumah posisinya turun. Dari foto (medis) peluru itu sampai ke dada dan tidak tembus. Darahnya bergumpal di dalam. Ginjal dimakan (kena peluru) sampai dia kencing darah," jelas perempuan paruh baya itu, Senin malam (5/6/2017).

Menurutnya, sejauh ini pihak Kepolisian menanggung biaya medis di RSUD Djasamen Saragih, RSVI hingga biaya mobil ambulans ke Medan.

"Malam sekira pukul 21.30 WIB kami sampai di Siantar. Biaya perawatan selama di sini dibayar kok sama polisi. Namun untuk biaya di Medan keluarganya, ada tulangnya (paman Wahyu) mengurus, termasuk ambulans ke Siantar," katanya.

Menurutnya, anak pasangan marga Manik dan br Simatupang ini akan dimakam besok atau Rabu (7/9/2016). Sebab keluarga menunggu kedatangan saudara perempuan Wahyu yang berada diluar negeri.

"Itonya (kakaknya) si Wahyu kerja di Malaysia. 'Pete ma au mak'  (tunggulah saya mak), itu dibilang ito Wahyu sama mamaknya," ucapnya.