Simalungun, hetanews.com- Kepiawaian Alpiandi Sembiring, oknum petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Pematangsiantar di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun dalam urusan ranjang diduga terbilang maniak.

Tak berhasil mengajak kencan Azizah, istri Ngertiken Sembiring, narapidana (napi) pembunuhan yang ditempatkan di Lapas Narkotika itu akhirnya dipindahkan ke Lapas Nias.

"Itu gara gara ajakan mesum Alpiandi saya tolak. Itu juga dapat dibuktikan dengan ancamannya mempersulit proses hukum kebebasan suami saya. Maniak, bahkan Kepala Lapas (Kalapas), Yusran mengetahuinya. Parahnya dia malah menyudutkan saya sebagai dalang penyebab ributnya antara suami saya dengan Alpiandi usai melaporkan perbuatannya," duga Aziza, Minggu (4/9/2016).

Dijelaskan Aziza, dipindahkan ke Lapas Nias bukan kemauan suaminya. Dan suaminya itu dikirim ke Lapas Nias setelah 4 hari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 71 berlalu. 

"Jadi suami saya sudah tak di Lapas Raya lagi. Itu sebabnya saya meminta kartu telepon seluler lama yang saya titip kepada bapak. Ini untuk saya bawa ke Grapari mengungkapkan isi telepon rayuan si Alpiandi mengajak ke salah satu hotel di Parapat," ungkap Aziza.

Informasi lainnya diperoleh dari oknum petugas di Lapas Raya yang minta jati dirinya untuk tidak disebutkan, dipindahnya Ngertiken ke Lapas Nias juga membuat mereka heran. Sebab, Ngertken mengeluarkan uang sebesar Rp 15 juta dalam menalangi biaya perayaan HUT RI di Lapas.

"Kami terkejut, sementara si Alpiandi yang sering mangkir dengan tidak datang melakukan tugas justru di anak maskan Kalapas. Padahal, Ngertiken termasuk warga binaan yang ramah, sopan dan familiar. Tapi nasibnyalah, empat hari setelah HUT RI dia dikirim," ujar petugas lapas.

Karena tidak menjelaskan hasil proses pelaporan ulah Alpiandi ke Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang sebelumnya dikatakan Yusran sudah melaporkannya, malah balik bertanya proses dan tindakan apa yang dimaksud.

"Kalau untuk tindakan disiplin pasti akan ditindak lanjuti pak. Sampai saat ini pegawai tersebut masih dinas seperti biasa," sebut Yusran melalui pesan singkat.

Adanya dana dari Ngertiken pada perayaan 17 Agustus, Yusran mempersilahkan ditanya pada sumbernya langsung. "Kalau memang benar dia (Ngertiken) keluarkan uang sebesar itu, untuk apa dan pada siapa diberikan. Kasi tau sama saya," tulis Yusran.

Sebelumnya, Yusran juga membantah adanya ulah Alpiandi Sembiring menggoda Aziza untuk melakukan mesum. Dia mengatakan, tidak mungkin mengingat istrinya Alpiandi seorang dokter dan telah memiliki satu anak, sementara mertuanya adalah orang penting di Kota Medan.

Bahkan informasi diperoleh, dipindahkannya Alpiandi dari Rutan Sipirok ke Lapas Raya dikarenakan sering mengajak kencan para istri narapidana, bahkan menampar seorang napi saat melakukan sholat, sehingga nyaris dimassakan warga Sipirok, Yusran membantahnya.

Yusran mengatakan, dirinya sebagai Kalapas tidak mengetahui proses dipindahkannya Alpiandi dari Rutan Sipirok ke Lapas Raya.