Siantar, hetanews.com - Selama empat hari beberapa Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Siantar mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin dan solar.

Akibat kelangkaan itu mengakibatkan antrian panjang kendaraan roda dua, empat dan enam di sejumlah SPBU sejak Jumat (2/9/2016) hingga Sabtu (3/9/2016). Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM tersebut.

Seperti SPBU yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Barat, Kecamatan Siantar Utara sekira pukul 11.30 WIB penuh antrian kendaraan mengakibatkan macet sepanjang jalan lintas tersebut.  Pemandangan yang sama juga terjadi di 2 SPBU Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba dan SPBU Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Siantar Timur.

Salah seorang karyawan SPBU di Jalan Jalan Sisingamangaraja Barat, mengakui kelangkaan tersebut akibat stok yang telah habis. "Sudah empat hari ini stok kosong, baru hari ini (Sabtu) ada makanya terjadi macet,” ujar pria yang enggan disebut namanya.

Salah seorang supir angkutan yang ditemui di lokasi mengakui adanya kelangkaan tersebut di berbagai SPBU. Selain di Kota Siantar, kelangkaan solar yang dia gunakan juga di berbagai SPBU di Kota Medan.

"Beberapa hari solar memang langka dan bukan hanya di sini (Siantar). Di Medan pun langka,” sebut supir angkutan umum Sampri tersebut.

Di tempat yang berbeda, SPBU di Jalan DI Panjaitan Kecamatan Siantar Selatan, BBM jenis bensin dan solar juga sudah habis. Karyawan SPBU bernama Bahri mengakui, kelangkaan tersebut sudah berlangsung kurang lebih empat hari. "Bensin sama solar stoknya kosong. Baru hari ini ada dan sudah empat hari ini langka. Gak tau kenapa," kata Bahri.

Terkait kelangkaan itu, PT Pertamina Cabang Siantar yang beralamat di Jalan Bola Kaki, Kecamatan Siantar Barat tidak dapat memberikan keterangan resmi.

Dua orang karyawan jaga menyebutkan Humas PT Pertamina cabang siantar sedang berada di luar kota. Terkait kelangkaan BBM itu diduga akibat ada kerusakan tanker atau kapal di Pelabuhan.

"Memang beberapa hari ini langka, kalau Pertamina di sini hanya penyalur saja. Mungkin ada masalah di tankernya bisa jadi kapalnya rusak di Pelabuhan Belawan. Karena minyak semua sumbernya dari laut," ucap salah satu karyawan jaga bernama Andi.