HETANEWS.COM

Eksekusi 135 Hektar Tanah di Lintong Julu Kembali Ditunda

Masyarakat yang bersiap-siap menunggu kedatangan PN Balige di lokasi tanah yang berperkara. (foto : Maria Sitorus).

Tobasa, hetanews.com - Pelaksanaan eksekusi tanah seluas 135 hektar di Desa Lintong Julu Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir kembali (Tobasa) ditunda sesuai informasi yang diperoleh warga di lokasi terperkara, Kamis (1/9/2016).

Menurut anggota DPRD Tobasa, Afron Sirait bersama beberapa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Ikatan Persatuan Beladiri Indonesia (IPDI) yang bergabung mendukung masyarakat Pomparan Oppu Solomoson sebagai pemilik lahan, eksekusi ditunda tanpa pemberitahuan yang jelas.

"Sebelumnya pasca eksekusi pertama, Rabu (27/5/2015) pihak Pengadilan Negeri (PN) Balige sudah membacakan putusan eksekusinya. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena pihak tereksusi sangat keras menentang putusan itu, maka antara pihak PN Balige dan pemohon sepakat untuk menunda. Kali ini sesuai surat pemberitahuan yang diterima warga pihak PN Balige akan kembali melakukan eksekusi lahan di Desa Lintong Julu yang direncanakan Kamis(1/9/2016), PN Balige menunda eksekusi tanpa pemberitahuan," kata Afron didampingi LBH simpatisan masyarakat tergugat.

Afron menilai kinerja PN Balige kurang pfofesional. Karena sesuai surat pemberitahuan dari instansi itu, masyarakat berjaga-jaga sepanjang hari guna kembali melakukan perlawanan keras di lokasi tanah terperkara.

Pasalnya ratusan pihak tergugat dan keluarga yang diperkirakan kurang lebih 50 Kepala Keluarga (KK) bertekad menolak eksekusi tersebut.

"Mereka menolak tanah leluhur Pomparan Oppu Solomoson Sirait seluas 135 hektar itu dikuasai oleh para mafia tanah. Apabila eksekusi tidak ditinjau kembali dengan duduk bersama, tak tertutup kemungkinan hal-hal tidak diinginkan terjadi dan bisa ada pertumpahan darah," papar Afron.

Para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang sudah berusia 50 tahun ke atas mengisahkan, bahwa tanah di Dusun Huta Raja dan Huta Namora Desa Lintong Julu seluas 135 hektar adalah tanah leluhur Pomparan Oppu Solomoson Sirait. Itu merupakan tanah ulayat yang sudah turun temurun selama ratusan tahun dari nenek moyang mereka.

"Mengapa jadi marga Pardede dan Sinaga yang bertikai memperebutkan tanah itu. Kami juga perlu mempertanyakan keabsahan dan legalitas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan pihak Pardede dalam kasus ini. Sedangkan asal usul, letak tanah dan ukuran tanah pun tidak sesuai dengan hasil putusan. Itu sebuah kejanggalan hukum di Indonesia," seru para tokoh adat marga Sirait saat melakukan orasi aksi demo pasca ditundanya eksekusi lahan tahap kedua.

Masyarakat Desa Lintong Julu juga mengapresiasi kepedulian DPRD Kabupaten Tobasa, Afron Sirait, LBH Keuskupan Medan, LBH Yayasan Global Indonesia dan IPDI. Mereka  bersedia menggalang kekuatan untuk membela kaum lemah.

"Terima kasih untuk LBH Yayasan Global, LBH Keuskupan Medan, IPDI dan pembina IPDI AKBP Maruli Siahaan selaku Wadir Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Poldasu) yang ikut ambil sikap peduli dengan nasib masyarakat Dusun Huta Namora dengan azas mengedepankan nasib masyarakat terzolimi. Mari kita menggalang kekuatan untuk membantu masyarakat lemah," sebut Afron.

Amatan wartawan di lapangan, seluruh masyarakat Dusun Huta Namora Desa Lintong Julu  siaga menunggu kehadiran PN Balige dengan spanduk penolakan eksekusi. Masyarakat juga siap melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan untuk mengagalkan eksekusi tersebut.

Diketahui eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Penetapan PN Balige No 03/eks/2014/04/PDT.G/2011/PN-BLG. Surat penetapan ditertibkan dalam rangka menindak lanjuti dan melaksanakan Putusan PN Balige No 04/Pdt.G/2011/PN-BLG, jo PT Mdn No 428/PDT/2011/PT-MDN, jo Putusan MA RI No 342K/pdt/2013 dalam perkara perdata, antara Patar Sinaga, dkk dengan kuasa hukumnya Panahatan Hutajulu melawan Paniel Sirait dkk, yang dimenangkan Patar Sinaga.

Penulis: mel sitorus. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan