Siantar, hetanews.com - Keberadaan Guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga saat ini masih dianggap sebelah mata, bahkan kerap mengalami diskriminasi. Padahal keberadaan dan pekerjaan mereka selaku pendidik anak-anak generasi bangsa sama dengan pendidik Taman kanak-kanak atau Sekolah Dasar.

Akibatnya, pengelolaan PAUD selama ini masih belum bisa berjalan optimal apalagi profesional. Namun demikian para Guru PAUD diminta bersabar serta tidak berputus asa dalam memberikan didikan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sumatera Utara (Sumut), Aminah Yunus Rasyid MPd saat memberikan sambutan pada acara Hari Ulang Tahun Himpaudi Ke XI tingkat Provinsi Sumut yang dipusatkan di Balai Rahmat Taman Hewan Pematangsiantar, Rabu pagi (31/8).

“Ratusan ribu guru PAUD seluruh Indonesia belum standart dan masih harus diberikan peningkatan kemampuan dan kompetensinya,” imbuhnya.

Penjabat Walikota, Jumsadi Damanik dalam sambutannya mengaku, dapat memahami apa yang dikeluhkan Himpaudi selama ini. Namun karena sifatnya pendidikan non formal, bukan pendidikan formal seperti SD, hingga butuh partisipasi masyarakat.

Namun tetap dibutuhkan kajian lebih mendalam dan secara nasional, bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi para Guru PAUD. “Selama ini, pemerintah sudah melakukan kajian baik teknis maupun akademis. Kita semua tentu berharap agar keberadaan PAUD bisa lebih baik kedepan,” katanya kepada awak media, usai sambutan.

Begitupun, Pj Walikota sangat mengapresiasi kinerja Guru-guru PAUD selama ini, meski dalam kondisi yang terbatas. Guru PAUD itu merupakan suri tauladan bagi siswanya, karena mereka akan meniru karakter gurunya dalam kehidupannya sehari-hari. Untuk itu, menjadi Guru PAUD harus bisa menampilkan karakter jujur, disiplin, ramah saat mendidik.

“Jangan pernah tampilkan kekerasan di depan anak-anak, tapi tanamkanlah kelembutan agar mereka menjadi generasi yang berintegritas dimasa depan,” katanya di depan ratusan para Guru PAUD yang hadir dari berbagai daerah di Sumut.  

Menurut Ketua Himpaudi Kota Siantar, Selfi Diana Sinaga, pihaknya selama ini terus mendorong agar Guru-guru PAUD terus meningkatkan kemampuan serta wawsannya melalui berbagai pelatihan, bahkan kuliah. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya kewalahan dalam melakukan pemberdayaan Guru-guru PAUD. “Tunjangan Guru PAUD pun belum ada, kami masih terus berjuang agar mereka bisa lebih profesional dan sejahtera,” katanya saat memberikan sambutan.