Siantar, hetanews.com - Seorang penadah sepeda motor Suzuki Shogun, Simon Hutapea nyaris menjadi korban amukan massa di Jalan Ade Irma Suryani, Kecamatan Siantar Utara, Kamis siang (25/8/2016).

Warga Jalan Kemiri, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, ini beruntung setelah diselamatkan oknum anggota Brimob Sub Den 2 B Siantar yang diketahui Aiptu B, setelah dirinya tertangkap basah dan terjatuh kendarai sepeda motor warna hitam itu.

Hanya saja, ketika diamankan tiba-tiba seorang pria mengaku oknum anggota TNI menghakimi Simon. Namun, aksi pria mengaku aparat yang mengenakan baju putih dan celana pendek putih, dihalangi Aiptu B yang berusaha hindari hakim massa.

Lantas, perdebatan mulut kedua aparat ini sempat menjadi tontonan warga. Apalagi, sejak Simon tertangkap basah, ratusan warga seketika menyemut lokasi hingga sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Sepeda motor Shogun yang dikendarai Simon. (foto: Tumpal Tanjung)

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, sepeda motor yang semula ditunggangi Simon diketahui milik M Bahar, warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat.

Bahar mengaku kehilangan sepeda motornya pada Minggu (20/8/2016) lalu. Namun Kamis (25/8/2016), ketika sedang berada di persimpangan Jalan Bola Kaki - Jalan Ade Irma, dirinya melihat "kuda besinya" itu ditunggangi Simon, melintas menuju arah Parluasan (eks Pasar Dwikora).

Melihat hal itu, Bahar bersama adiknya yang belum diketahui identitasnya melakukan pengejaran dan menabrakkan Suzuki Thunder yang mereka tunggangi ke kendaraan Simon.

Akibatnya, Bahar dan adiknya terjatuh, sedangkan Simon sempat oleng. Namun, berkat kesigapannya, Bahar berhasil menjatuhkan Simon yang masih berkendara, setelah menarik goyang bagian belakang sepeda motor, dan membuat Simon terjatuh.

Rupanya, sepeda motor maupun Simon terjatuh persis di dekat mobil oknum Brimob. Dengan sigap, Aiptu B mengamankan Simon guna menghindari amukan massa yang seketika membanjiri lokasi.

Dan, disaat itu pula seorang pria mengaku oknum TNI sempat memukul Simon. Aiptu B tak terima, ia lantas melarang. Namun, diduga karena adanya larangan membuat oknum TNI berang dan melontarkan cakap kotor ke Aiptu B.

Lantaran tak dihiraukan, oknum TNI itu pergi. Namun, tak lama ia kembali dengan membawa pedang samurai dan mengajak Aiptu B untuk berduel sembari mengucap kata-kata kotor. Namun, tetap saja tak dihiraukan Aiptu B.

Ratusan warga memadati lokasi, menyaksikan kedua aparat itu yang sempat berdebat mulut mencoba melerai hingga oknum TNI meninggalkan lokasi. Hanya saja, kepergian oknum TNI tak lama, ia kembali ke lokasi bersama temannya memakai seragam dinas diketahui berpangkat Letnan Satu (Lettu).

Simon diamankan dari amukan massa. (foto: Tumpal Tanjung)

Kebringasan menantang duel disertai ucapan kotor kembali mereka lontarkan ke arah Aiptu B yang masih mengamankan Simon dari amuk massa. Beruntung tak sempat terjadi adu fisik, beberapa kerumunan warga mencoba menenangkan hingga oknum TNI itu bubar.

Pasca keributan, sejumlah anggota Brimob Subden 2 B bersenjata lengkap tiba di lokasi. Kerumunan warga semula menyaksikan hilang satu persatu. Itu karena Simon beserta sepeda motor Shogun digiring petugas ke Polsek Siantar Utara.

Simon ditanyai wartawan mengaku membeli sepeda motor itu dari JS seharga Rp 1 juta. Transaksi dilakukan di Jalan Farel Pasaribu, Senin (22/8/2016). "Karena murah (harga sepeda motor) mau saya beli," katanya.